Abstrak Obesitas saat ini menjadi satu permasalahan yang ada di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Terdapat 2 faktor yang dapat memengaruhi obesitas, yaitu faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Interaksi antara faktor-faktor yang kompleks ini dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada anak. Maka dari itu, diperlukan deteksi dini untuk pencegahan obesitas. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini untuk upaya pencegahan obesitas pada anak, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap proses persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan hasil dari pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDI Plus Darul Ulum pada 24 November 2025 menggunakan metode demonstrasi yang melibatkan 24 siswa/i. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas anak berada pada kategori IMT normal (58.3%) dan risiko obesitas rendah (87.5%). Nilai rata-rata WHtR responden berada di bawah ambang risiko obesitas sentral (0.43 ± 0.04), yang mengindikasikan bahwa secara umum risiko penumpukan lemak abdominal masih rendah. Kegiatan pemeriksaan antropometri tidak hanya berfungsi sebagai skrining, tetapi juga sebagai dasar penyusunan program promotif dan preventif di sekolah. Pendekatan kolaboratif antara sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menurunkan risiko masalah gizi di masa mendatang. Kata Kunci : deteksi dini; obesitas; pemeriksaan antropometri. Abstract Obesity is currently a problem in various countries, including Indonesia. Two factors can influence obesity: non-modifiable and modifiable factors. The interaction between these complex factors can lead to obesity in children. Therefore, early detection is needed to prevent obesity. This activity aims to provide early detection for obesity prevention efforts in children, one of which is through regular examinations. This community service activity is carried out in three stages: preparation, implementation, and processing of the examination results. This activity was carried out at SDI Plus Darul Ulum on November 24, 2025, using a demonstration method involving 24 students. The examination results showed that the majority of children were in the normal BMI category (58.3%) and low risk of obesity (87.5%). The average WHtR value of respondents was below the threshold for central obesity risk (0.43 ± 0.04), indicating that the risk of abdominal fat accumulation is generally low. Anthropometric examinations serve not only as screening but also as a basis for developing promotive and preventive programs in schools. A collaborative approach between schools, health workers, and parents is expected to support optimal child growth and development and reduce the risk of nutritional problems in the future. Keywords: early detection; obesity; anthropometric examination.