Lailatul Khusniah, Nurul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE TAHSIN IWR (ILMAN WA RUHAN) DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN Yasin, Ahmad; Wahyudiati, Dwi; Lailatul Khusniah, Nurul; Sulhan, Ahmad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10262

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Tahsin IWR (Ilman wa Ruhan) method in Qur'an learning at SMPIT Anak Sholeh Mataram. The study used a case study. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Tahsin IWR method was carried out through four main stages, namely opening, core activities, evaluation, and closing. This method integrates the scientific and spiritual dimensions in Qur'an learning. Learning takes place actively through direct practice of reading the Qur'an with teacher guidance. Evaluation is carried out continuously to correct student reading errors. The successful implementation of this method is supported by teacher competence, the availability of learning modules, a religious school environment, and student learning motivation. However, there are several obstacles, namely differences in student reading abilities, limited learning time, and lack of reading practice outside the classroom. This study concludes that the Tahsin IWR method is effective in improving Qur'an reading skills while shaping students' religious character. Therefore, this method is worthy of being developed as a Qur'an learning model in Islamic educational institutions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Tahsin IWR (Ilman wa Ruhan) dalam pembelajaran Al-Qur’an di SMPIT Anak Sholeh Mataram. Penelitian menggunakan study kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Tahsin IWR dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu pembukaan, kegiatan inti, evaluasi, dan penutup. Metode ini mengintegrasikan dimensi keilmuan dan spiritual dalam pembelajaran Al-Qur’an. Pembelajaran berlangsung secara aktif melalui praktik langsung membaca Al-Qur’an dengan bimbingan guru. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki kesalahan bacaan siswa. Keberhasilan implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan modul pembelajaran, lingkungan sekolah yang religius, dan motivasi belajar siswa. Namun, terdapat beberapa kendala, yaitu perbedaan kemampuan membaca siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya latihan membaca di luar kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Tahsin IWR efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius peserta didik. Oleh karena itu, metode ini layak dikembangkan sebagai model pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan Islam.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Haikal Nur Fikri, Muh; Wahyudiati, Dwi; Lailatul Khusniah, Nurul; Manap, Abdul
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10706

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low learning outcomes in Islamic Religious Education caused by limited student engagement in the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of the probing prompting learning model on students’ learning outcomes in Islamic Religious Education on the topic of good deeds (amal saleh) and positive thinking (husnuzan) among eighth-grade students of SMP Negeri 2 Kopang in the 2023/2024 academic year. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sample consisted of 86 students divided into an experimental class and a control class selected through simple random sampling. Data were collected using a multiple-choice test instrument that had met validity and reliability criteria. Data analysis was conducted using parametric statistical tests to examine differences in learning outcomes between the two groups. The results indicated that the probing prompting learning model had a significant effect on students’ learning outcomes. The implementation of this model enhanced student engagement, understanding, and participation during the learning process. Therefore, the probing prompting model can be considered an effective alternative instructional strategy to improve students’ learning outcomes in Islamic Religious Education.ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran probing prompting terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi amal saleh dan husnuzan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kopang tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment). Sampel penelitian berjumlah 86 siswa yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik untuk menguji perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran probing prompting terhadap hasil belajar siswa. Penerapan model ini mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model probing prompting dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa.
REORIENTASI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ardya Putri, Ayu; Wahyudiati, Dwi; Lailatul Khusniah, Nurul; Sulhan, Ahmad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10841

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires a paradigm shift in education, including Islamic Religious Education (PAI). However, current PAI learning practices still reveal a gap between the demands of digital transformation and pedagogical implementation, particularly in terms of methodology, value reinforcement, and the role of teachers. This study aims to formulate an integrative conceptual framework for the reorientation of PAI learning in the digital era. The research employs a qualitative approach using library research by reviewing relevant recent scientific literature within the last ten years. Data analysis was conducted through content analysis, including data reduction, categorization, and interpretation to identify conceptual relationships. The findings indicate that the reorientation of PAI learning consists of three main dimensions: technology-based methodological transformation, strengthening of digital morality, and empowerment of teachers as agents of Islamic digital literacy. These dimensions are integrated into a value-based conceptual framework that positions technology as a tool rather than an end. Thus, the success of PAI learning transformation is not determined solely by technological adoption, but by the systemic integration of methodological, value-based, and teacher-related aspects in producing adaptive learning while maintaining Islamic values. ABSTRAK Transformasi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut perubahan paradigma pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI di lapangan masih menunjukkan kesenjangan antara tuntutan transformasi digital dengan implementasi pedagogis, terutama pada aspek metodologi, penguatan nilai, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integratif reorientasi pembelajaran PAI di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) melalui pengkajian literatur ilmiah mutakhir yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi untuk mengidentifikasi keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reorientasi pembelajaran PAI mencakup tiga dimensi utama, yaitu transformasi metodologi berbasis teknologi digital, penguatan akhlak digital, dan pemberdayaan guru sebagai agen literasi digital Islami. Ketiga dimensi tersebut terintegrasi dalam kerangka konseptual berbasis nilai Islam yang menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Dengan demikian, keberhasilan transformasi pembelajaran PAI tidak ditentukan oleh adopsi teknologi semata, melainkan oleh integrasi sistemik antara aspek metodologis, nilai, dan peran guru dalam menghasilkan pembelajaran yang adaptif sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman.