ABSTRAK Latar Belakang: Lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi, dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Persepsi lansia sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya karena dapat meningkatkan motivasi pengobatan dan meningkatkan kepatuhan minum obat untuk mencapai keberhasilan terapi sehingga tekanan darah terkontrol dan tidak terjadi komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi lanjut usia Puskesmas Sukarami kota Palembang. Metode: Jenis penelitan non-ekperimen dengan rancangan analitik Cross-Sectional. Sampel yang digunakan seluruh pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukarami kota Palembang sebanyak 121 responden menggunakan teknik total sampling, dan dilakukan wawancara serta pengisian kuesioner. Hasil: Mayoritas responden pada usia 55-78 tahun, didominasi perempuan (64,5%) dengan pendidikan terakhir SMA (57,9%). Lamanya menderita pada 1-10 tahun, sebesar (89,3%) ≤ 5 tahun dan amlodipine sebagai terapi tunggal terbanyak dalam pengobatan. Uji Chi-Square nilai P-Value = (0,000 ≤ 0,05) menunjukkan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan secara signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan secara signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Sukarami kota Palembang. Kata kunci : Hipertensi, kepatuhan minum obat, lansia, persepsi ABSTRACT Background: Older adults are at a higher risk of developing hypertension and often demonstrate low levels of medication adherence. Older adults’ perceptions play a crucial role in influencing their health status, as they can enhance treatment motivation and improve adherence to antihypertensive medication, thereby contributing to therapeutic success, optimal blood pressure control, and the prevention of complications. This study aimed to examine the relationship between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication among older adults attending the Sukarami Primary Health Center in Palembang City. Methods: This study employed a non-experimental design with a cross-sectional analytic approach. The sample consisted of all elderly patients with hypertension attending Sukarami Primary Health Center in Palembang City, totaling 121 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected through interviews and the administration of questionnaires. Results: The majority of respondents were aged 55–78 years, predominantly female (64.5%), with the highest level of education being senior high school (57.9%). Most respondents had been diagnosed with hypertension for 1–10 years, with 89.3% having a disease duration of ≤5 years. Amlodipine was the most commonly used single-agent therapy. The Chi-square test yielded a p-value of 0.000 (p ≤ 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected, which suggests a statistically significant association between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication. Conclusion: There is a statistically significant association between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication at Sukarami Primary Health Care Center, Palembang City. Keywords : Hypertension, medication adherence, older adults, perceptions