Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULA DAN UJI ANTIBAKTERI SABUN KERTAS EKSTRAK ETANOL DARI DAUN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA TRIFASCIATA P.) DAN DAUN LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) Marlina, Dewi; Warnis, Minda; Fadly, Fadly; Agustianingsih, Ade; Tedi, Tedi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1129

Abstract

Background: The form of soap that has not been widely circulated in the market is soap in sheet form or in paper form. The sheet form will provide an advantage, which is easy to store and can be carried anywhere, and the use of one sheet at a time can maintain the quality of the soap. One of the natural active ingredients that have an antibacterial effect are the leaves of the mother-in-law's tongue leaf plant (Sansevieria trifasciata Prain) and the aloe vera (Aloe vera L.) leaf extract. This study aims to formulate the Ethanol Extract of Aloe Vera Leaf (Sansevieria trifasciata Prain) and Aloe Vera Leaf Ethanol Extract (Aloe vera L.) into paper soap preparations that meet the requirements. Methods: The method used is experimental by making paper soap from mother-in-law's aloe leaf extract and aloe vera extract by making formulas I, II, III with 10%, 15% and 20% percentages of aloe vera extract, while the percentage of aloe vera extract is 3%, 6 % and 9%. And evaluation of the preparation was carried out for 28 days, and Test the effectiveness of Gram positive bacteria (Staphylococcus aureus) and Gram negative bacteria (Escherichia coli). Results: During 28 days of storage, the preparation of soap made from pH-stable paper tends to decrease as well as foam stability and free fatty acid content, but it still meets the requirements of SNI. The results of the organoleptic test of methamphetamine preparations made from paper did not change the smell and color, and did not irritate the skin, And has an inhibitory effect on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Conclusion: Paper soap with ethanol extract of mother-in-law's tongue (Sansevieria trifasciata p.) and ethanolic extract of aloe vera leaf (aloe vera L.) can be formulated into paper-based soap preparations that are stable and meet the specifications required by the Indonesian National Standard (SNI) and are able to inhibit growth. Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The most optimal formula in Formula II with varying concentrations of a mixture of 15% aloe vera leaf ethanol extract and 6% aloe vera leaf ethanol extract .
PENANGANAN DEMAM SECARA SWAMEDIKASI PADA BAYI DAN BALITA DI POSYANDU WILAYAH KECAMATAN KALIDONI PALEMBANG (CARA BELAJAR IBU AKTIF) Mangunsong, Sonlimar; Nizar, M.; Fadly, Fadly; Warnis, Minda; Marlina, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 2 No Tahun (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v2iTahun.1201

Abstract

Demam pada anak merupakan alasan konsultasi tersering ke dokter anak dan dokter umum, sekitar 30% dari seluruh total kunjungan. Demam yang tinggi atau berkelanjutan pada bayi perlu diwaspadai karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna. Hal tersebut belum dipahami sepenuhnya oleh keluarga yang merawat bayi dan anak sehingga dosen Poltekkes Palembang perlu melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang hal tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan obat anti demam pada bayi dan balita di 3 (tiga) posyandu wilayah kecamatan Kalidoni Palembang serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga dalam memilih dan memberikan obat anti demam pada anak-anaknya. Metode kegiatan yang digunakan adalah dengan penyuluhan langsung, ceramah, diskusi serta menunjukkan contoh obat bebas dan pengunaannya. Dilakukan identifikasi terhadap pemahaman penggunaan obat demam. Hasilnya akan mengambarkan tingkat pengetahuan, kepedulian dan kepatuhan keluarga terhadap penggunaan obat demam pada anak dalam keluarga saat penyuluhan. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuisioner yang menggali pengetahuan dan sikap peserta tentang penggunaan obat demam. Hasilnya akan mengambarkan tingkat penyerapan informasi yang diberikan saat penyuluhan. Dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan ibu-ibu serta keluarga bayi dan balita di posyandu wilayah kecamatan Kalidoni Palembang memperoleh informasi tentang pemilihan dan pemberian obat anti demam pada anak-anaknya sehingga akan terhindar dari resiko penyakit lain akibat demam. Dari hasil uji Paired sample t Test SPSS terhadap Posyandu didapatkan hasil sebelum dan sesudah penyuluhan adalah berbeda, yang berarti efektif secara nyata. Ini berarti pengetahuan para ibu-ibu bertambah sesudah diadakannya penyuluhan penanganan demam secara swamedikasi pada bayi dan balita, sehingga ibu-ibu dapat memilih dan memberikan obat anti demam pada anak-anaknya dan akan terhindar dari resiko penyakit lain akibat demam
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI LANJUT USIA PUSKESMAS SUKARAMI PALEMBANG warnis, Minda; tedi, Tedi; Maryanti, Lilis; Afriyanti, Rini
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3733

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi, dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Persepsi lansia sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya karena dapat meningkatkan motivasi pengobatan dan meningkatkan kepatuhan minum obat untuk mencapai keberhasilan terapi sehingga tekanan darah terkontrol dan tidak terjadi komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi lanjut usia Puskesmas Sukarami kota Palembang. Metode: Jenis penelitan non-ekperimen dengan rancangan analitik Cross-Sectional. Sampel yang digunakan seluruh pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukarami kota Palembang sebanyak 121 responden menggunakan teknik total sampling, dan dilakukan wawancara serta pengisian kuesioner. Hasil: Mayoritas responden pada usia 55-78 tahun, didominasi perempuan (64,5%) dengan pendidikan terakhir SMA (57,9%). Lamanya menderita pada 1-10 tahun, sebesar (89,3%) ≤ 5 tahun dan amlodipine sebagai terapi tunggal terbanyak dalam pengobatan. Uji Chi-Square nilai P-Value = (0,000 ≤ 0,05) menunjukkan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan secara signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan secara signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Sukarami kota Palembang. Kata kunci : Hipertensi, kepatuhan minum obat, lansia, persepsi ABSTRACT Background: Older adults are at a higher risk of developing hypertension and often demonstrate low levels of medication adherence. Older adults’ perceptions play a crucial role in influencing their health status, as they can enhance treatment motivation and improve adherence to antihypertensive medication, thereby contributing to therapeutic success, optimal blood pressure control, and the prevention of complications. This study aimed to examine the relationship between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication among older adults attending the Sukarami Primary Health Center in Palembang City. Methods: This study employed a non-experimental design with a cross-sectional analytic approach. The sample consisted of all elderly patients with hypertension attending Sukarami Primary Health Center in Palembang City, totaling 121 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected through interviews and the administration of questionnaires. Results: The majority of respondents were aged 55–78 years, predominantly female (64.5%), with the highest level of education being senior high school (57.9%). Most respondents had been diagnosed with hypertension for 1–10 years, with 89.3% having a disease duration of ≤5 years. Amlodipine was the most commonly used single-agent therapy. The Chi-square test yielded a p-value of 0.000 (p ≤ 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected, which suggests a statistically significant association between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication. Conclusion: There is a statistically significant association between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication at Sukarami Primary Health Care Center, Palembang City. Keywords : Hypertension, medication adherence, older adults, perceptions