Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Jenjang Karier Dan Reward Terhadap Turnover Yang Di Mediasi Oleh Pencapaian Kerja (Studi Pada Karyawan Tidak Tetap Di Rumah Sakit Pusdikkes) Triani, Sylvia Muthia; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8254

Abstract

Latar Belakang : Turnover karyawan tidak tetap menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Pusdikkes karena dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan kesehatan. Faktor seperti jenjang karier dan sistem reward diduga berperan dalam meningkatkan atau menurunkan turnover. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis pengaruh jenjang karier dan reward terhadap turnover yang dimediasi oleh pencapaian kerja pada karyawan tidak tetap di Rumah Sakit Pusdikkes. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 136 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa jenjang karier memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,072, p-value = 0,291). Reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = -0,026, p-value = 0,404). Sebaliknya, jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,598, p-value = 0,000), dan reward juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,360, p-value = 0,002). Pencapaian kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,855, p-value = 0,000). Selain itu, pencapaian kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara jenjang karier terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,511, p-value = 0,000), serta dalam hubungan antara reward terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,307, p-value = 0,005). Kesimpulan : jenjang karier dan reward berperan dalam meningkatkan pencapaian kerja karyawan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada turnover intention. Meskipun pengaruh langsung jenjang karier dan reward terhadap turnover tidak signifikan, pencapaian kerja berperan penting dalam menghubungkan variabel-variabel tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk memperjelas jenjang karier karyawan tidak tetap agar mereka memiliki prospek yang lebih baik dalam organisasi. Sistem reward juga perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan aspek finansial dan non-finansial guna meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen perlu meningkatkan pengakuan terhadap pencapaian kerja karyawan untuk memperkuat loyalitas dan komitmen mereka terhadap rumah sakit. Kata kunci: Jenjang Karier, Reward, Pencapaian Kerja, Turnover, Karyawan Tidak Tetap