Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS LAYANAN, HARGA, FASILITAS TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH YANG DIMEDIASI OLEH KEPERCAYAAN (STUDI PASIEN NON BPJS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD PADEMANGAN) Chandiyantari, Riyati; Aminingsih, Purwanti; Ferdians, Achda
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat menuntut penyediaan layanan yang berpusat pada pasien. RSUD Pademangan menghadapi penurunan kunjungan pasien non-BPJS di Instalasi Rawat Jalan sebesar 19% pada Januari–Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang berimplikasi pada potensi penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan, harga, dan fasilitas terhadap keputusan memilih rumah sakit dengan kepercayaan sebagai variabel mediasi pada pasien non-BPJS di Instalasi Rawat Jalan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 300 responden yang dipilih secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pada Juni–Juli 2025, dan dianalisis dengan Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 29–44 tahun (43%), berjenis kelamin perempuan (56%), bekerja pada kategori lain-lain (69%), berpendidikan SMA (69%), dan merupakan pasien lama (80%). Analisis jalur menunjukkan bahwa kualitas layanan, harga, dan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan maupun terhadap keputusan memilih rumah sakit. Kepercayaan juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih serta terbukti memediasi hubungan antara kualitas layanan, harga, dan fasilitas dengan keputusan memilih. Di antara variabel eksogen, fasilitas merupakan faktor yang paling dominan dalam membangun kepercayaan, diikuti kualitas layanan dan harga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan, harga, dan fasilitas berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepercayaan terhadap keputusan memilih rumah sakit pada pasien non-BPJS. Penelitian merekomendasikan agar rumah sakit memprioritaskan perbaikan dan pembaruan fasilitas, menjaga harga yang kompetitif dan terjangkau, memperkuat keamanan transaksi, memberikan pelayanan yang jujur dan menghargai pasien, serta meningkatkan profesionalisme tenaga medis guna memperkuat kepercayaan pasien dan pada akhirnya meningkatkan keputusan pemanfaatan layanan di RSUD Pademangan. Kata kunci: Kualitas Layanan, Harga, Fasilitas, Kepercayaan, Keputusan Memilih RS, pasien Non BPJS Abstract Competition among hospitals is becoming increasingly intense, requiring the provision of patient-centered services. RSUD Pademangan has experienced a 19% decline in outpatient visits from non–BPJS patients in January–June 2025 compared to the same period in 2024, which may lead to a potential decrease in hospital revenue. This study aims to analyze the effect of service quality, price, and facilities on the decision to choose a hospital, with trust as a mediating variable, among non–BPJS patients in the Outpatient Installation. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 300 respondents selected through random sampling. Data were collected using a questionnaire in June–July 2025 and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). The results showed that the majority of respondents were 29–44 years old (43%), female (56%), employed in the “others” category (69%), had a senior high school education (69%), and were repeat patients (80%). Path analysis revealed that service quality, price, and facilities had a positive and significant effect on trust as well as on the decision to choose the hospital. Trust also had a significant effect on the decision to choose and was proven to mediate the relationship between service quality, price, and facilities and the decision to choose. Among the exogenous variables, facilities were the most dominant factor in building trust, followed by service quality and price. Thus, it can be concluded that service quality, price, and facilities influence the decision to choose the hospital both directly and indirectly through trust among non–BPJS patients. The study recommends that the hospital prioritize improving and upgrading its facilities, maintain competitive and affordable pricing, strengthen transaction security, provide honest and respectful services to patients, and enhance the professionalism of medical personnel in order to reinforce patient trust and, ultimately, increase service utilization at RSUD Pademangan. Keyword: Service Quality, Price, Facilities, Trust, Decision to Choose Hospital, Non–BPJS Patients
Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Yang Fimediasi Oleh Perilaku Disiplin (Studi Pada Karyawan Kontrak Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Pusdikkes) Mahastuti, Made Astintya Sinta; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8261

Abstract

Kinerja tenaga kesehatan kontrak sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi dan lingkungan kerja, dengan perilaku disiplin sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui perilaku disiplin sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (path coefficient 0,373; p-value 0,000) serta terhadap perilaku disiplin (0,584; p-value 0,000). Lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (0,641; p-value 0,000) dan perilaku disiplin karyawan (0,376; p-value 0,000). Selain itu, perilaku disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (0,298; p-value 0,000). Pengujian mediasi menunjukkan bahwa perilaku disiplin memediasi secara signifikan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja (0,174; p-value 0,000) serta memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (0,112; p-value 0,001). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi dan lingkungan kerja yang baik tidak hanya meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui penguatan perilaku disiplin karyawan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi organisasi dalam meningkatkan kinerja melalui pengembangan budaya kerja dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung perilaku disiplin. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan, Perilaku Disiplin, Rumah Sakit Militer
Pengaruh Jenjang Karier Dan Reward Terhadap Turnover Yang Di Mediasi Oleh Pencapaian Kerja (Studi Pada Karyawan Tidak Tetap Di Rumah Sakit Pusdikkes) Triani, Sylvia Muthia; Andarusito, Nurcahyo; Ferdians, Achda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8254

Abstract

Latar Belakang : Turnover karyawan tidak tetap menjadi tantangan bagi Rumah Sakit Pusdikkes karena dapat mempengaruhi stabilitas operasional dan kualitas layanan kesehatan. Faktor seperti jenjang karier dan sistem reward diduga berperan dalam meningkatkan atau menurunkan turnover. Tujuan Penelitian : untuk menganalisis pengaruh jenjang karier dan reward terhadap turnover yang dimediasi oleh pencapaian kerja pada karyawan tidak tetap di Rumah Sakit Pusdikkes. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 136 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa jenjang karier memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,072, p-value = 0,291). Reward berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = -0,026, p-value = 0,404). Sebaliknya, jenjang karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,598, p-value = 0,000), dan reward juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap pencapaian kerja (path coefficient = 0,360, p-value = 0,002). Pencapaian kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,855, p-value = 0,000). Selain itu, pencapaian kerja berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara jenjang karier terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,511, p-value = 0,000), serta dalam hubungan antara reward terhadap turnover karyawan (path coefficient = 0,307, p-value = 0,005). Kesimpulan : jenjang karier dan reward berperan dalam meningkatkan pencapaian kerja karyawan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada turnover intention. Meskipun pengaruh langsung jenjang karier dan reward terhadap turnover tidak signifikan, pencapaian kerja berperan penting dalam menghubungkan variabel-variabel tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk memperjelas jenjang karier karyawan tidak tetap agar mereka memiliki prospek yang lebih baik dalam organisasi. Sistem reward juga perlu diperbaiki dengan mempertimbangkan aspek finansial dan non-finansial guna meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen perlu meningkatkan pengakuan terhadap pencapaian kerja karyawan untuk memperkuat loyalitas dan komitmen mereka terhadap rumah sakit. Kata kunci: Jenjang Karier, Reward, Pencapaian Kerja, Turnover, Karyawan Tidak Tetap