Limbah cair yang berasal dari septic tank di kawasan permukiman padat penduduk, seperti Rusunawa Gunung Anyar, Surabaya, menjadi salah satu permasalahan penting dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi proses Sequencing Batch Reactor (SBR) dan adsorpsi dalam mengolah limbah domestik serta mengevaluasi efisiensi penyisihan parameter pencemar. Proses SBR dilakukan dengan variasi waktu tinggal hidrolik (HRT) yaitu 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Efluen dari proses SBR kemudian dilanjutkan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben dari kulit singkong dan bonggol jagung yang telah diaktivasi selama 1 hari. Parameter yang dianalisis meliputi COD, BOD₅, TSS, amonia, dan total fosfat. Penelitian ini juga membandingkan kinerja kombinasi SBR-adsorpsi dengan SBR-ultrafiltrasi, yang menunjukkan bahwa kedua metode memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas efluen hingga memenuhi kriteria pemanfaatan kembali (reuse). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode adsorpsi memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan ultrafiltrasi dalam menyisihkan parameter organik dan nutrien. Efisiensi penyisihan BOD mencapai 84–91% pada kulit singkong dan 86–90% pada bonggol jagung, sedangkan ultrafiltrasi berada pada kisaran 75–79%. Pada parameter COD, efisiensi ultrafiltrasi berkisar antara 52–59%, sementara adsorpsi kulit singkong mencapai 66–74% dan bonggol jagung 70–80%. Untuk parameter nutrien, adsorpsi menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi, yaitu hingga 90% pada beberapa kondisi. Sebaliknya pada parameter TSS, ultrafiltrasi menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan efisiensi hingga 80%.