Kesehatan kerja didalam perusahaan merupakan spesialisasi dalam ilmu kesehatan beserta prakteknya dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif dan bila perlu pencegahan kepada lingkungan tersebut, agar pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja, serta dimungkinkan untuk mengecap derajat kesehatan setinggitinginya. Permasalahan bagaimana kajian penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja pekerja proyek pembangunan KUA di desa Luhu dengan tujuan untuk menganalisa keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja pekerja proyek pembangunan KUA, metode yang digunakan adalah metode interviu melalui kuisioner yang diberikan kepada responden atau pekerja proyek, dan hasil yang diperoleh adalah Dari hasil perhitungan tabel diatas nilai t hitung sebesar 1,560 < t tabel 1,717. X1 = 0,135 Sig > 0,05 atau t hitung 1,560 < t tabel 1,664 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Berarti masing-masing variabel independen secara individu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, atau variabel keselamatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja proyek pembangunan KUA di desa luhu. Dari hasil perhitungan tabel diatas nilai t hitung sebesar 2,773 > t tabel 1,717. X1 = 0,012 Sig > 0,05 atau t hitung 2,773 > t tabel 1,717, maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti variabel X2 Berarti masing-masing variabel independen secara individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen atau variabel kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja pada proyek pembagunan gedung KUA di desa Luhu.