Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMANFAATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DARI MATERI YANG TERSEDIA DI SEKITAR LINGKUNGAN Roni Assafaat Hadi
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 9, No 1 (2019): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v9i1.637

Abstract

         MOL (Mikroorganisme Lokal) adalah kumpulan mikroorganisme yang biasa “diternakkan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organik. MOL mengandung Azotobacter sp., Lactobacillus sp., ragi, bakteri fotosintetik dan jamur pengurai selulosa yang berfungsi dalam penguraian senyawa organik. Dengan MOL ini maka konsep pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan. Bahan utama pembuatan MOL terdiri dari 3 jenis komponen, yaitu : Karbohidrat (Bisa dari Air cucian beras (Tajin), bisa dari nasi bekas (basi), bisa dari singkong, kentang, gandum. Yang paling sering memang dengan air tajin, Glukosa (Bisa dari gula merah bata diencerkan dengan air, bisa dari cairan gula pasir, bisa dari gula batu dicairkan, bisa dari air gula dan air kelapa, Sumber Bakteri (Bisa dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk atau sayur kemarin yang telah basi. Bisa juga dari bahan lain misalnya keong sawah yang ditumbuk, buah-buahan yang busuk, bonggol pisang, dan eceng gondok dll, lalu bisa juga dari air kencing, atau apapun yang mengandung sumber bakterinya).Tinggal pilih bahan yang paling mudah didapat disekitar kita. Setelah bahan dipilih dari salah satu di atas, kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik dan diberi air, hingga bahan tenggelam. Setelah 4 atau 5 hari MOL ini sudah bisa dipakai.          Selain untuk “starter” kompos, MOL bisa juga dipakai untuk “pupuk cair” dengan cara diencerkan terlebih dahulu, 1 bagian MOL dicampur 15 bagian air. Siramkan pada tanah di sekitar tanaman dan upayakan jangan mengenai batang tanaman.           Jadi bisa disimpulkan MOL itu semacam bakteri buatan sendiri (lokal) untuk menyuburkan tanah atau untuk menguraikan sampah organik menjadi kompos yang berguna seperti nutrisi (vitamin) bagi tanah agar tetap subur.
PKM: Pengujian Unsur Hara Dan PH Tanah Sawah Melalui Metode PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) Dikelompok Tani Medar Rahayu Desa Citaleus Kovertina Rakhmi Indriana; Roni Assafaat Hadi; Deby Juliana
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 3 No. 1, Mei (2020): TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pelaksanaan dalam kegiatan profesi ini dengan memberikan materi mengenai pengambilan sampel tanah, cara pengujian kadar unsur hara dan ph tanah dan mendiskusikan tentang hasil analisis pengujian unsur hara dan ph tanah sawah serta keadaan tanah dikelompok tani medar rahayu. Kegiatan pengujian kadar N,P,K dan pH tanah serta penyuluhan disini diharapkan masyarakat,kelompok tani, dan kelompok wanita tani di desa citaleus dapat mengetahui mengenai dampak penggunaan pupuk kimia yang kurang berimbang dan cara mengembalikan keadaan unsur hara tanah dan pH tanah sehingga kadar N,P,K dan pH tanah agar normal kembali dengan pemupukan berimbang.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Sambas Nugraha; Ai Komariah; Roni Assafaat Hadi
OrchidAgro Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v3i1.511

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari komposisi media tanaman paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2020, di Lahan Percobaan Universitas Winaya Mukti, Sumedang. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok sederhana, terdiri dari Komposisi Media Tanam tanah berbanding pupuk kandang ayam berbanding pupuk kandang domba dengan 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit perlakuan, yaitu A = (Kontrol), B = 1:1:1, C = 2:1:1, D = 3:1:1, dan E = 4:1:1. Perlakuan komposisi media tanam D = 3:1:1 memberikan pengaruh paling baik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering. 
DAMPAK SISTEM BUDIDAYA TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP RESIDU PESTISIDA PROFENOFOS, INDEKS KERAGAMAN DAN KEPADATAN POPULASI MIKROBA TANAH Caroline Veda P; Hudaya Mulyana; Roni Assafaat Hadi; R. Wahyono Widodo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2852

Abstract

The application of synthetic pesticides to prevent the growth of pests and diseases frequently becomes polemic because of the impact that caused soil health issues.  This research aims to determine the soil’s biological conditions in different cultivation systems.  Data retrieval had taken at CV. Bumi Agro Tech and FamOrganic.  The research was held from May 2022 until October 2022 and used qualitative methods such as interviews and laboratory analyses.  The result shows that Profenophos with an analyte level under 0,0500 ppm is not polluting both soil samples in different cultivation systems.  The organic cultivation system had a diversity index higher than the conventional one, even though qualitatively both samples were categorized as medium level by Shanon-Wiener Classification.  The amount of soil microbes in an organic cultivation system is higher than in a conventional cultivation system -- differences in colonies formed as many as 383,4996 colonies.INTISARIPenggunaan pestisida kimia seringkali menjadi polemik karena dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan tanah.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi biologis tanah dengan sistem budidaya berbeda.  Penelitian dilaksanakan di CV. Bumi Agro Tech dan FamOrganic.  Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Mei 2022 hingga Oktober 2022.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif berupa wawancara serta analisis laboratorium.  Hasil penelitian menunjukkan kedua lahan dengan sistem budidaya berbeda tidak tercemar profenofos dengan kadar analit dibawah LoQ yaitu 0.0500 ppm.  Indeks keragaman mikroba keduanya menunjukkan kriteria sedang sesuai dengan rumus Shanon-Wiener, dengan nilai keragaman lebih tinggi pada tanah sistem budidaya organik.  Jumlah populasi pada tanah organik jauh lebih banyak dengan selisih koloni terbentuk sebanyak 383,4996 koloni.
Pematahan Dormansi Dan Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dengan KNO3 dan Air Kelapa Lika Malika Mulkiah; Odang Hidayat; Roni Assafaat Hadi
OrchidAgro Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v3i2.593

Abstract

Conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Winaya Mukti University, Tanjungsari, Sumedang, which is located at an altitude of 850 meters above sea level, this study aims to find out how various concentrations of KNO3 and coconut water affect the dormancy breaking of robusta coffee seed germination in nurseries. The experiment started in June 2021 and lasted until August 2021. This experiment used a randomized group factorial pattern (RBD) repeated twice. The first factor in the experiment was the concentration of KNO3 (K) with four levels, namely k0 = 0%, k1 = 0.5%, k2 = 1%, and k3 = 1.5%. The second factor is the concentration of coconut water (P) with four levels, namely p0 = 0%, p1 = 30%, p2 = 60%, and p3 = 90%. The results showed that treatment with KNO3 and coconut water had an impact on germination at 36 HST. The independent effect showed a significant effect on germination at 39 HST, seedling height at 56 HST, wet weight and dry weight at 56 HST. In contrast, the independent effect showed no significant effect on germination at 42 HST, growth rate at 35 to 56 HST, normal sprouts at 56 HST.
PENINGKATAN PRODUKSI PADI LOKAL RAWAN BANJIR MELALUI NILAI DUGA VARIABILITAS DAN HERITABILITAS Roni Assafaat Hadi; Reni Nurhayatini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1138

Abstract

Perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan telah mengakibatkan perluasan lahan pertanian khususnya persawahan yang telah tergenang air. Kondisi tersebut menyebabkan produksi beras di lumbung padi menurun. Penggunaan varietas tahan perendaman merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pertanaman padi yang dilanda banjir, salah satunya pemanfaatan padi lokal, karena padi lokal memiliki keunggulan seperti batang tinggi, tahan penyakit, dan tahan terhadap cekaman lingkungan termasuk cekaman rendaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi di daerah rawan banjir melalui pendugaan nilai keragaman dan heritabilitas karakter penting beberapa pembudidaya padi lokal akibat cekaman perendaman yang berbeda. Terdapat keragaman genotipe yang luas yaitu karakter bobot 1000 biji dengan standar deviasi 2,10> 1,84 dan ada keragaman fenotipik yang luas untuk karakter bobot 1000 biji (2,10> 1,84). Sedangkan nilai estimasi heritabilitas adalah nilai karakter tinggi untuk karakter vigor benih (0,72), tinggi tanaman 80 HST (0,53), umur tanaman saat panen (0,56), dan bobot 1000 biji (0,90)) dan terdapat nilai estimasi heritabilitas sedang pada karakteristik tinggi tanaman 40 HST (0,39) dan umur panen (0,33).
Pematahan Dormansi Dan Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dengan KNO3 dan Air Kelapa Mulkiah, Lika Malika; Hidayat, Odang; Hadi, Roni Assafaat
OrchidAgro Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v3i2.593

Abstract

Conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Winaya Mukti University, Tanjungsari, Sumedang, which is located at an altitude of 850 meters above sea level, this study aims to find out how various concentrations of KNO3 and coconut water affect the dormancy breaking of robusta coffee seed germination in nurseries. The experiment started in June 2021 and lasted until August 2021. This experiment used a randomized group factorial pattern (RBD) repeated twice. The first factor in the experiment was the concentration of KNO3 (K) with four levels, namely k0 = 0%, k1 = 0.5%, k2 = 1%, and k3 = 1.5%. The second factor is the concentration of coconut water (P) with four levels, namely p0 = 0%, p1 = 30%, p2 = 60%, and p3 = 90%. The results showed that treatment with KNO3 and coconut water had an impact on germination at 36 HST. The independent effect showed a significant effect on germination at 39 HST, seedling height at 56 HST, wet weight and dry weight at 56 HST. In contrast, the independent effect showed no significant effect on germination at 42 HST, growth rate at 35 to 56 HST, normal sprouts at 56 HST.
KERAGAAN PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCASS) DI PEMBIBITAN AKIBAT PEMBERIAN MIKORIZA DI DUA LOKASI BERBEDA BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT Hadi, Roni Assafaat
Jurnal Pertanian Vol. 10 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.808 KB) | DOI: 10.30997/jp.v10i1.1655

Abstract

Penelitian ini mengkaji keragaan pertumbuhan tanaman jarak pagar (Jatropha curcass) di pembibitan akibat pemberian mikoriza di dua lokasi berbeda berdasarkan ketinggian tempat untuk ketiga kultivar IP-3P, IP-3A, IP-3M. Berdasarkan tujuan tersebut maka sifat dari penelitian ini adalah verifikatif dilakukan dengan pendekatan eksperimen di laboratorium dan di lapangan.            Penelitian dilaksanakan di rumah kaca, laboratorium dan lapangan di dua lokasi berdaarkan ketinggian tempatnya dataran rendah Cirebon (0-50 mdpl) dan dataran medium Jatinangor (850 mdpl) Balai Benih Pasir Banteng, dengan ketinggian tempat 850 m dpl. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari satu faktor kombinasi yaitu tiga taraf jenis kultivar jarak pagar dan lima taraf dosis konsorsium FMA. Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka jumlah keseluruhan : 3 x 5 x 3 = 45 plot.      Hasil penelitian tersebut menunjukkan keragaan pertumbuhan tanaman jarak pagar (Jatropha curcass) di pembibitan untuk ketiga kultivar jarak pagar IP-3P, IP-3A, IP-3M akibat pemberian mikoriza di dua lokasi berbeda berdasarkan ketinggian tempat yaitu dosis FMA konsorsium sebanyak 10 gram memberikan hasil yang terbaik untuk kolonisasi mikoriza, biomassa akar dan FMA, serta tinggi tanaman.
Ethnoagronomic Study of Rice Plants (Oryza Sativa L.) Based Geographic Information System in Tanjungkerta Sumedang District, West Java, Indonesia Sondari, Nunung; Putri Daliesta, Nenda Fuji; Assafaat Hadi, Roni; Amalia, Lia; Perkasa Nurlukman, Candra; Mulyana, Hudaya; Widodo, R. Wahyono; Ulfah, Indriana
Jurnal Agrosci Vol 1 No 6 (2024): Vol 1 No 6 July 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v1i6.346

Abstract

This study aims to study rice cultivation in Tanjungkerta District with an ethnoagronomic approach based on geographic information systems (GIS). This study was conducted to understand better agricultural cultural patterns, the implementation of agricultural rituals, and their relationship with specific geographical factors. The research was conducted from January 2024 to February 2024 in Tanjungkerta District. The research method involves collecting primary data through field surveys, interviews with farmers, and direct observation of agricultural practices. Geographic data is also collected and analyzed using GIS technology to map rice farming patterns and their relationship with environmental factors. The results of the study show that rice cultivation in Tanjungkerta District has its characteristics, with many traditional practices that are still maintained. The implementation of agricultural ritual culture varies depending on geographical factors, such as the availability of water sources and land topography. This study concludes that geographical factors and local cultural values influence rice cultivation in Tanjungkerta District.
Pertumbuhan Benih kakao (Theobroma cacao L.) Akibat Pemberian Dosis Limbah Kulit Kopi dan Pupuk Kandang Ayam Assafaat Hadi, Roni; Amalia, Lia; Sondari, Nunung; Rakhmi Indriana , Kovertina; Mulyana, Hudaya; Budiasih, R; Komariah, Ai
OrchidAgro Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v5i1.927

Abstract

Cocoa plants, one of the leading commodities in Indonesia, are predicted to become the world's main producer and have the opportunity to compete globally. Alternative planting media to produce optimal growth of cocoa seeds, namely by using agricultural waste in the form of coffee skin waste and fertilizing using chicken manure. This research aims to study the growth of cocoa seeds (Theobroma cacao L.) and their response to doses of coffee skin waste and chicken manure. This experiment was carried out in the screenhouse of the plant experimental garden of the Faculty of Agriculture, Winaya Mukti University at an altitude of 864 m above sea level, carried out in March - June 2023, the experiment used a Randomized Group Design (RAK) with a 4 x 4 factorial pattern with 2 replications, so that 16 treatment combinations and 32 treatment combinations were obtained. experimental unit. The first factor is coffee skin waste with levels k0 = Soil + Coffee Skin Waste (0%), k1 = Soil + Coffee Skin Waste (10%), k2 = Soil + Coffee Skin Waste (20%) and k3 = Soil + Skin Waste Coffee (30%), while the second factor is chicken manure with levels p0 = 0 g/polybag, p1 = 20 g/polybag, p2 = 40 g/polybag and p3 = 60 g/polybag. The results showed that the application of coffee skin waste and chicken manure significantly affected the growth of cocoa plants, especially on the wet weight of the plants with the best dose of 20% for coffee skin waste and 20 g and 40 g for chicken manure.