Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI MIKROBA EKOSISTEM KARST MAROS SEBAGAI AGEN ANTIMIKROBA DALAM BIDANG KESEHATAN : SYSTEMATIC REVIEW Ardiono, Akmal Saputra; Darma, Diah Dwi; Nahir, Cikal Fiarsi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v6i1.1242

Abstract

Ekosistem karst Maros dikenal sebagai lingkungan unik dengan karakteristik geologi dan biologis yang khas, sehingga berpotensi menjadi habitat mikroba penghasil senyawa antimikroba. Penelitian ini merupakan systematic review yang bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif penelitian-penelitian terkait isolasi mikroba dari ekosistem karst Maros serta potensi aktivitas antimikrobanya dalam bidang kesehatan. Penelusuran literatur dilakukan melalui jurnal ilmiah dan skripsi yang dipublikasikan secara nasional, dengan kriteria inklusi berupa penelitian eksperimental yang melaporkan isolasi mikroba dari tanah dan rizosfer tanaman di kawasan karst Maros. Artikel yang terpilih dianalisis berdasarkan tahapan penelitian yang dilakukan, meliputi proses isolasi, karakterisasi mikroba, uji antagonis, fermentasi, serta pengujian aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur patogen. Hasil telaah menunjukkan bahwa kelompok mikroba yang paling banyak dilaporkan berasal dari Actinomycetes, terutama genus Streptomyces, yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekosistem karst Maros memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber mikroba penghasil senyawa antimikroba dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian dan aplikasi di bidang kesehatan. 
Hypertension Management In Elderly Patients In A Nursing Home: A Nursing Case Study Afifah Salsabila; Denny Novita Mayangsari; Cikal Fiarsi Nahir; Akmal Saputra Ardiono; Nimas Efa Amanah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15513

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang berhubungan dengan peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular, penurunan kemampuan fungsional, dan kualitas hidup, terutama pada lansia yang tinggal di panti sosial. Pengelolaan hipertensi melalui asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan hipertensi di panti sosial melalui pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang pasien perempuan berusia 78 tahun dengan diagnosis hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan komprehensif yang meliputi pengukuran tekanan darah, Mini Mental State Examination (MMSE), Indeks Barthel, dan Berg Balance Scale. Intervensi keperawatan difokuskan pada perawatan jantung dan manajemen energi, yang meliputi posisi semi-Fowler, pengaturan diet rendah garam dan lemak, terapi pijat kaki sebagai intervensi relaksasi, serta latihan fisik ringan berupa latihan rentang gerak. Hasil menunjukkan adanya perbaikan tekanan darah secara bertahap, peningkatan kenyamanan dan relaksasi, serta meningkatnya motivasi pasien untuk melakukan aktivitas fisik harian. Kesimpulannya, asuhan keperawatan holistik yang mengintegrasikan perawatan jantung, manajemen energi, dan terapi komplementer berperan penting dalam mengoptimalkan pengelolaan hipertensi pada lansia di panti sosial.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL AKAR TUMBUHAN BALSEM (Polygala paniculata L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Akmal Saputra Ardiono; Diah Dwi Darma; Yesika Merzy Indah Tangkudung
Usadha Journal of Pharmacy Vol 5. No 3. (2026) : Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1098

Abstract

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri masih menjadi permasalahan kesehatan, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi terhadap antibiotik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemanfaatan tumbuhan obat sebagai sumber antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar tumbuhan balsem (Polygala paniculata L.) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Identifikasi mikroskopik simplisia dan profil kromatografi lapis tipis (KLT) dilakukan sebagai data pendukung untuk memberikan gambaran awal mengenai karakteristik simplisia dan profil senyawa pada ekstrak akar P. paniculata. Simplisia akar diidentifikasi secara mikroskopik, kemudian diekstraksi menggunakan etanol. Profil KLT diamati menggunakan fase gerak etil asetat : metanol (8:2), sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Hasil pengamatan mikroskopik menunjukkan adanya jaringan parenkim poligonal, pembuluh xilem dengan penebalan tangga (scalariform), serat sklerenkim, dan butir pati. Profil KLT menunjukkan satu bercak dengan nilai Rf 0,78, yang menunjukkan adanya senyawa organik pada ekstrak, tetapi belum dapat memastikan golongan senyawa tertentu secara spesifik. Ekstrak etanol akar P. paniculata mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji pada seluruh konsentrasi. Konsentrasi 10% menghasilkan diameter zona bening terbesar, yaitu 9,2 mm terhadap E. coli dan 9,1 mm terhadap S. aureus, sedangkan konsentrasi 2,5% menghasilkan diameter zona bening terkecil, masing-masing sebesar 7,6 mm dan 7,2 mm. Berdasarkan kriteria Davis dan Stout, aktivitas antibakteri ekstrak pada seluruh konsentrasi termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar P. paniculata berpotensi sebagai sumber antibakteri alami terhadap E. coli dan S. aureus.