Beton merupakan salah satu bahan yang umum digunakan untuk konstruksi bangunan. Beton dengan kualitas baik sangat mendukung struktur bangunan teknik sipil serta dapat menghasilkan bangunan yang lebih kuat dan kokoh sehingga aspek keselamatan lebih terjamin. Salah satu usaha untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja beton adalah dengan menambah bahan tambah pada campuran beton. Misalnya dengan menambahkan abu tongkol jagung. Penambahan abu tongkol jagung diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap beton yaitu dengan memberi daya lekat pada campuran beton sehingga dapat meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak pengaruh penambahan abu tongkol jagung terhadap kuat tekan dan mengetahui kadar optimum abu tongkol jagung terhadap campuran beton. Pengujian kuat tekan menggunakan total 30 sampel terdiri dari beton normal dan 4 variasi kadar abu tongkol jagung mulai dari 2,5%; 5%; 7,5%; 10%. Dimana sebanyak 3 buah sampel untuk masing – masing uji sampel. Perancangan campuran menggunakan metode standar SK SNI T-15-1990-03. Semua sampel dibuat dengan menggunakan cetakan kubus dengan dimensi 150 mm x 150 mm x 150 mm. Pengujian akan dilakukan pada umur 14 dan 28 hari. Berdasarkan analisis data dari hasil pengujian kuat tekan, nilai untuk masing – masing beton normal dan variasi abu 2,5%; 5%; 7,5%; 10% berturut – turut pada umur 14 hari adalah 17,773 Mpa; 22,262 Mpa; 22,807 Mpa; 21,812 dan 21,011 Mpa. Nilai kuat tekan pada umur 28 hari adalah 21,875 Mpa; 23,049 Mpa; 23,771 Mpa; 23,369 Mpa dan 22,045 Mpa. Dengan peningkatan kuat tekan maksimum yaitu 23,714 Mpa pada kadar optimum 5,3%.