Latar Belakang : Tekanan teman sebaya (peer pressure) merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku seksual remaja, terutama dalam lingkungan pendidikan menengah. Pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan jiwa remaja sangat besar. Tujuan​ : Tujuan penelitian ini adalah diketahui lebih dalam mengenai bagaimana proses peer pressure terhadap perilaku seksual remaja di SMK X di Batam Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 siswa dan 1 guru Bimbingan Konseling sebagai informan. Data diambil menggunakan panduan wawancara dan telah dilaksanakan di SMK X di Batam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengakui adanya tekanan dari teman sebaya. Tekanan tersebut muncul dalam bentuk dorongan verbal, candaan, atau ajakan mengikuti perilaku kelompok terutama dalam konteks hubungan romantis dan aktivitas seksual. Lingkungan pergaulan di sekolah cenderung permisif, di mana siswa menganggap memiliki pacar adalah hal yang wajar dan menjadi simbol kedewasaan. Siswa mengakui pernah melakukan perilaku seksual ringan seperti berpelukan dan berciuman, yang umumnya dilakukan sebagai bentuk pembuktian cinta. Proses peer pressure terjadi secara bertahap, mulai dari ajakan ringan hingga dorongan emosional, menyebabkan siswa mengalami konflik batin antara prinsip pribadi dan tekanan kelompok. Selain itu, siswa pernah melakukan perilaku seksual karena tekanan teman atau pasangan, bahkan tanpa menyadari sepenuhnya pengaruh tersebut. Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi dari pihak sekolah dan keluarga dalam membekali remaja dengan pendidikan karakter, kesadaran diri, serta keterampilan menolak tekanan sosial secara asertif.