Alignment between instructional targets and learning outcomes is a key indicator of educational quality. However, the implementation of the Independent Curriculum in Islamic Religious Education often faces synchronization challenges. This study aims to analyze the alignment of learning objectives with student learning outcomes at Muhammadiyah Sekayu Elementary School. This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with educators and documenting lesson plans, grade records, and evaluation tools. Subjects were selected through purposive sampling to obtain in-depth information about the dynamics of instruction in the field. The results indicate that the formulation of learning objectives has been adapted based on the characteristics, interests, and potential of students, adhering to the principles of student-centered Deep Learning. Educators integrate a variety of methods and formative and summative assessments to ensure the achievement of curriculum targets. Teacher professionalism and the use of a social constructivist model are key supporting factors for the success of the educational process. However, obstacles were identified, including diverse individual capacities, fluctuating motivation, limited literacy, and minimal parental involvement in learning support. The main conclusion confirms that there is no significant gap between the set targets and the competencies achieved by students. The effectiveness of Islamic Religious Education learning in schools is highly dependent on consistent harmonization between goal planning, teaching tactics, and a comprehensive evaluation system. ABSTRAK Kesesuaian antara target instruksional dan hasil belajar merupakan indikator utama kualitas pendidikan, namun implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sering menghadapi tantangan sinkronisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan tujuan pembelajaran dengan capaian hasil belajar siswa di SD Muhammadiyah Sekayu. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tenaga pendidik serta studi dokumentasi terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran, catatan nilai, dan perangkat evaluasi. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai dinamika instruksional di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan tujuan pembelajaran telah diadaptasi berdasarkan karakteristik, minat, dan potensi peserta didik dengan mengacu pada prinsip Deep Learning yang berorientasi pada murid. Tenaga pendidik mengintegrasikan variasi metode serta penilaian formatif dan sumatif untuk menjamin ketercapaian target kurikulum. Profesionalisme guru dan penggunaan model konstruktivisme sosial menjadi faktor pendukung utama kesuksesan proses edukasi. Namun, ditemukan hambatan berupa keberagaman kapasitas individu, fluktuasi motivasi, keterbatasan literasi, serta minimnya peran serta orang tua dalam pendampingan belajar. Simpulan utama menegaskan bahwa tidak terdapat kesenjangan signifikan antara target yang ditetapkan dengan kompetensi yang diraih siswa. Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut sangat bergantung pada harmonisasi konsisten antara perencanaan tujuan, taktik mengajar, dan sistem evaluasi komprehensif tuntas.