Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran: Perspektif Edukasi dan Literasi Bencana PUTRI REGINA, ZAHRA PRIMA; ARGANANTO, SAHIDDNA AS SHIDIQ PUTRI; RAHMAN, FAKHRI RAMADHAN NAJMUDDIN; FABILA, DHEA ANANTA SINDI; GATMALA, MAGHFIROH HEFRIL; SAKINA, NAINA VIRA; AL AMIN, M. NOER FALAQ; HADIANTO, NUH KRAMA
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kota Surabaya dari sudut pandang pendidikan dan pemahaman tentang bencana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber akademis yang relevan melalui studi pustaka, seperti jurnal, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Surabaya masih tergolong signifikan, dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, serta perilaku warga. Tingkat kesiapan masyarakat masih berada dalam proses pengembangan, terlihat dari adanya celah antara pengetahuan yang dimiliki dan pelaksanaan tindakan yang nyata. Walaupun warga telah memiliki pemahaman dasar terkait risiko kebakaran, keterampilan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kondisi darurat masih rendah. Pendidikan bencana berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, sedangkan pemahaman bencana berperan dalam kemampuan masyarakat untuk menangkap dan menerapkan informasi tersebut. Meskipun demikian, distribusi pendidikan yang belum merata dan akses pelatihan yang terbatas menjadi tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu melalui pendidikan berkelanjutan, peningkatan pemahaman tentang bencana, penyediaan fasilitas pendukung, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendorong upaya mitigasi yang lebih aktif.
Peran Pelayanan Publik dalam Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Erupsi Gunung Semeru Cahyarani, Jacienda Rafinsya; Sari, Devi Artika; Amalia, Hamida Rizky; Fananiyah, Ikmila Syafah Putri; Widowatie, Janna Listya Sita; Safitri, Amelia Dwi; Al Amin, M. Noer Falaq; Hadianto, Nuh Krama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8047

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lembaga layanan publik merespons kebutuhan psikologis pasca-bencana, terutama di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak, setelah letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang berasal dari literatur relevan, laporan resmi, dan studi-studi sebelumnya tentang manajemen bencana dan pemulihan psikososial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa layanan publik memainkan peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, makanan, dan logistik, tetapi juga dalam mendukung pemulihan psikologis melalui program penyembuhan trauma yang terstruktur. Program-program ini mencakup terapi bermain, bercerita, dan intervensi berbasis komunitas, yang efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan secara bertahap pulih dari pengalaman traumatis. Di daerah evakuasi, layanan psikososial lebih efektif ketika didukung oleh kolaborasi yang kuat antara lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan relawan, yang memungkinkan penyampaian layanan yang terkoordinasi dan komprehensif. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk keterbatasan ketersediaan sumber daya manusia profesional dalam layanan kesehatan mental, distribusi layanan yang tidak merata, dan kurangnya program kesehatan mental jangka panjang yang berkelanjutan bagi para penyintas. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan dukungan psikososial ke dalam kebijakan manajemen bencana dan memperkuat kapasitas lembaga layanan publik untuk memastikan proses pemulihan yang komprehensif, adaptif, dan inklusif bagi komunitas yang terdampak bencana.
Manajemen Konflik Sebagai Indikator Efektivitas Penguatan Diri: Perbedaan Antara Pola Pikir dalam Mengelola Emosional Antara Gen z dan Gen Milenial dalam Perspektif SDGs Nurlianti, Afifah Fatmala; Meisyacharis, Vella Elfanny; Fitriani, Albaitul Khoiridah; Hendrawan, Hieronimus Febian Jona; Fitrie, Revienda Anita; Hadianto, Nuh Krama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8268

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal di era digital yang dipicu oleh tingginya intensitas interaksi daring serta adanya perbedaan pola pengelolaan emosi antar generasi, khususnya Generasi Z dan Milenial. Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat turut memperluas ruang interaksi sosial, namun di sisi lain juga meningkatkan potensi kesalahpahaman dan konflik akibat keterbatasan ekspresi emosional dalam komunikasi digital. Permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya pemahaman mengenai bagaimana kedua generasi tersebut mengelola konflik dan emosi dalam konteks sosial yang semakin kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen konflik dan kecerdasan emosional sebagai indikator penguatan diri, serta mengkaji perbedaan strategi yang digunakan oleh Generasi Z dan Milenial dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mental dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melalui teknik wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung menggunakan strategi menghindar serta regulasi emosi berbasis refleksi diri dalam menghadapi konflik. Sementara itu, Generasi Milenial lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif dan komunikasi terbuka untuk menyelesaikan permasalahan interpersonal. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dalam mengelola konflik dan emosi memiliki kontribusi signifikan terhadap kesehatan mental individu, peningkatan kohesi sosial, serta mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan pembangunan global.