Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Pengambilan Keputusan Program Situbondo Sehat Gratis (SEHATI) dalam Paradigma Rasionalitas Ramadhani, Bayu Aditya; Apriansyah, Diaz Dwi; Al Amin, M. Noer Falaq
Jurnal Strategi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Membangun Bisnis Berkelanjutan
Publisher : Bussiness Administration Department, Faculty of Social and Political Science, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsb.v12i1.47872

Abstract

Program Situbondo Sehat Gratis (SEHATI) merupakan inisiatif pemerintah Kabupaten Situbondo untuk memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang tidak tercover oleh program jaminan kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalitas dalam menganalisis keputusan program SEHATI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi efektivitas dan keberlanjutan program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SEHATI dinilai positif oleh masyarakat karena mempermudah akses layanan kesehatan. Program SEHATI diharapkan dapat terus menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan akses kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas menengah ke bawah di Kabupaten Situbondo.
Analisis Konsekuensi Pengambilan Keputusan Pemerintah terhadap Pemindahan Ibu Kota ke IKN melalui Pendekatan Fishbone Putri, Vika Armelya; Safira, Adelia; Al Amin, M. Noer Falaq
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v1i2.2393

Abstract

Indonesia saat ini sedang dalam proses pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru yang terletak di Kalimantan Timur. Memindahkan ibu kota bukanlah keputusan yang mudah. Proses pengambilan keputusan untuk memindahkan ibu kota harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pihak lain yang memiliki kepentingan yang berbeda. Keputusan ini juga harus mempertimbangkan berbagai risiko yang ada dan konsekuensi yang mungkin timbul, baik dari segi ekonomi, sosial, lingkungan, maupun politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu pemerintah membuat keputusan yang lebih baik dan mempertimbangkan dengan hati-hati beberapa aspek dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Dalam melakukan analisis konsekuensi, para peneliti menggunakan pendekatan fishbone untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keputusan untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa penyebab dari segi ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan untuk pemindahan ibu kota kepulauan ke Kalimantan Timur. Dampak yang timbul termasuk peningkatan pendapatan daerah, perubahan budaya dan sosial dalam masyarakat, potensi deforestasi, dan perubahan dalam dinamika politik nasional. Dari analisis ini, peneliti memberikan saran untuk perencanaan yang hati-hati, manajemen yang baik, dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan untuk meminimalkan berbagai dampak negatif yang terjadi.
Implementasi Problem Tree Analysis dalam Pengambilan Keputusan Program Kalimasada di Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya Kasih, May Trheya; Ramadhani, Indah; Aulia, Irma Dhatul; Al Amin, M. Noer Falaq
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v1i2.2467

Abstract

Administrasi kependudukan di Indonesia masih perlu adanya perbaikan agar dapat tercipta pelayanan publik yang prima. Kajian pustaka ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan strategi problem Tree Analysis dalam pengambilan keputusan pada Program Kalimasada di Kecamatan lakarsantri Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dimana untuk menggali detail objek penelitian dengan dalam, sehingga kemudian dapat diperoleh pemahaman yang mendalam pula atas objek yang diteliti. Hasil utama dari strategi ini berupa diagram yang membahas mengenai fokus, akar, sebab, dan akibat dari permasalahan yang ada. Berdasarkan Tree Analysis yang telah dirancang dalam penelitian ini, penyebab dari permasalahan masyarakat yang kurang tertib administrasi kependudukan adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan, masyarakat tidak bisa mengurus langsung di birokrasi, prosedur birokrasi yang berbelit-belit, dan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat pada birokrasi. Akar penyebab dari permasalahan yang ada yaitu karena faktor ekonomi, adanya program yang lebih penting, latar belakang pekerjaan yang beragam, birokrasi yang bersifat tradisional dan keinginan memenuhi kebutuhan hidup. Adanya informasi mengenai sebab dan akibat dari masyarakat yang kurang tertib administrasi kependudukan dapat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berupa Program Kalimasada.
Implementasi Penggelolaan Penerangan Jalan Umum Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Maulidiya, Cindy Dwi; Prabawati, Indah; Rahaju, Tjitjik; Al Amin, M. Noer Falaq
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18413813

Abstract

Street Lighting (PJU) is a public service that plays a vital role in supporting the safety, security, and comfort of road users, especially at night. Street lighting management in Sidoarjo Regency is implemented based on Sidoarjo Regent Regulation Number 58 of 2022. However, in Jabon District, problems are still found in the form of damaged and non-functioning street lights. This study aims to describe and analyze the implementation of street lighting management in Jabon District, Sidoarjo Regency. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out using the George C. Edward III policy implementation model which includes indicators of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of the study indicate that the implementation of street lighting management in Jabon District has generally run well. In the communication indicator, implementation is considered quite effective through coordination meetings, although communication with the community is still not optimal so that participation in reporting street lighting problems is relatively low. The resource indicator is supported by the availability of competent human resources, clear authority, and adequate facilities. In the disposition indicator, policy implementers demonstrate high commitment and responsibility. Meanwhile, a bureaucratic structure supported by standard operating procedures (SOPs) and a clear division of authority also contributes to the smooth management of street lighting. Suggestions include increasing direct outreach to the community at the village level and expanding information on street lighting complaint channels to ensure wider access.
The Implementation of the Free Vehicle Inspection Fee (KIR) Program at the Motor Vehicle Testing Unit (UPTD PKB) Wiyung, Surabaya City Transportation Agency Wulandari, Habiba Dwi; Megawati, Suci; Prabawati, Indah; Al Amin, M. Noer Falaq
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 7 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Free Vehicle Roadworthiness Test Retribution Program is a policy of the Surabaya City Government in the transportation sector that aims to increase vehicle owner compliance in conducting vehicle roadworthiness tests, support traffic safety, and improve the quality of public services, implemented by the Wiyung Motor Vehicle Testing Unit (PKB) of the Surabaya City Transportation Agency through the elimination of regional levies. This study aims to describe the implementation of the policy using a descriptive qualitative approach through interview, observation, and documentation techniques, and analyzed using Van Meter and Van Horn's policy implementation theory which includes policy measures and objectives, resources, characteristics of implementing organizations, attitudes of implementers, inter-organizational communication, and social, economic, and political conditions. The results of the study indicate that the implementation of the Free Vehicle Roadworthiness Test Retribution Program has not been running optimally, marked by the community not fully understanding the objectives of the policy who still perceive the program as a free service, limited human resources and infrastructure, and suboptimal policy socialization, even though policy implementers have shown commitment in implementing the program. Therefore, it is necessary to increase socialization, strengthen supervision, and optimize resources so that policy implementation can run more effectively and sustainably.
Dinamika Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran: Perspektif Edukasi dan Literasi Bencana PUTRI REGINA, ZAHRA PRIMA; ARGANANTO, SAHIDDNA AS SHIDIQ PUTRI; RAHMAN, FAKHRI RAMADHAN NAJMUDDIN; FABILA, DHEA ANANTA SINDI; GATMALA, MAGHFIROH HEFRIL; SAKINA, NAINA VIRA; AL AMIN, M. NOER FALAQ; HADIANTO, NUH KRAMA
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kota Surabaya dari sudut pandang pendidikan dan pemahaman tentang bencana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber akademis yang relevan melalui studi pustaka, seperti jurnal, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Surabaya masih tergolong signifikan, dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, serta perilaku warga. Tingkat kesiapan masyarakat masih berada dalam proses pengembangan, terlihat dari adanya celah antara pengetahuan yang dimiliki dan pelaksanaan tindakan yang nyata. Walaupun warga telah memiliki pemahaman dasar terkait risiko kebakaran, keterampilan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kondisi darurat masih rendah. Pendidikan bencana berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, sedangkan pemahaman bencana berperan dalam kemampuan masyarakat untuk menangkap dan menerapkan informasi tersebut. Meskipun demikian, distribusi pendidikan yang belum merata dan akses pelatihan yang terbatas menjadi tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu melalui pendidikan berkelanjutan, peningkatan pemahaman tentang bencana, penyediaan fasilitas pendukung, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendorong upaya mitigasi yang lebih aktif.
Implementation of the Suroboyo Bus Program at the Surabaya City Transportation Department Kholili, Moch. Bintang; Megawati, Suci; Prabawati, Indah; Al Amin, M. Noer Falaq
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 8 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19414727

Abstract

This research is motivated by the initiative of the Surabaya City Government in providing safe, comfortable, and affordable public transportation services through the Suroboyo Bus Program to reduce the level of congestion. Although strategic, the implementation of this policy still faces major obstacles in the form of budget limitations that have a direct impact on fleet maintenance, the provision of bus stop facilities, and the development of service routes. In addition, the problem of long waiting times and low public literacy of operational mechanisms also hinder the achievement of targets. This study aims to describe the implementation of the Suroboyo Bus Program at the Surabaya City Transportation Agency using the George C. Edwards III model which includes communication variables, resources, disposition, and bureaucratic structure. The approach used is qualitative descriptive with data collection techniques through interviews, observations, and documentation studies. Data analysis is carried out systematically through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the implementation of the program has not been optimal. In the aspect of communication, socialization has not reached all levels of society equally. From the dimension of resources, budget limitations are the dominant inhibiting factor for the quality of facilities and infrastructure. However, the implementing disposition shows a strong commitment and the bureaucratic structure has been supported by adequate Standard Operating Procedures (SOPs). The research concludes that the success of the program requires strengthening fiscal support, improving the quality of public facilities, and intensifying socialization massively to optimize the implementation of public transportation in the city of Surabaya in order to achieve the policy goals that have been set.
Peran Pelayanan Publik dalam Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Erupsi Gunung Semeru Cahyarani, Jacienda Rafinsya; Sari, Devi Artika; Amalia, Hamida Rizky; Fananiyah, Ikmila Syafah Putri; Widowatie, Janna Listya Sita; Safitri, Amelia Dwi; Al Amin, M. Noer Falaq; Hadianto, Nuh Krama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8047

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lembaga layanan publik merespons kebutuhan psikologis pasca-bencana, terutama di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak, setelah letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang berasal dari literatur relevan, laporan resmi, dan studi-studi sebelumnya tentang manajemen bencana dan pemulihan psikososial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa layanan publik memainkan peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, makanan, dan logistik, tetapi juga dalam mendukung pemulihan psikologis melalui program penyembuhan trauma yang terstruktur. Program-program ini mencakup terapi bermain, bercerita, dan intervensi berbasis komunitas, yang efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan secara bertahap pulih dari pengalaman traumatis. Di daerah evakuasi, layanan psikososial lebih efektif ketika didukung oleh kolaborasi yang kuat antara lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan relawan, yang memungkinkan penyampaian layanan yang terkoordinasi dan komprehensif. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk keterbatasan ketersediaan sumber daya manusia profesional dalam layanan kesehatan mental, distribusi layanan yang tidak merata, dan kurangnya program kesehatan mental jangka panjang yang berkelanjutan bagi para penyintas. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan dukungan psikososial ke dalam kebijakan manajemen bencana dan memperkuat kapasitas lembaga layanan publik untuk memastikan proses pemulihan yang komprehensif, adaptif, dan inklusif bagi komunitas yang terdampak bencana.