Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengambilan Keputusan Program Situbondo Sehat Gratis (SEHATI) dalam Paradigma Rasionalitas Ramadhani, Bayu Aditya; Apriansyah, Diaz Dwi; Al Amin, M. Noer Falaq
Jurnal Strategi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Membangun Bisnis Berkelanjutan
Publisher : Bussiness Administration Department, Faculty of Social and Political Science, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsb.v12i1.47872

Abstract

Program Situbondo Sehat Gratis (SEHATI) merupakan inisiatif pemerintah Kabupaten Situbondo untuk memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang tidak tercover oleh program jaminan kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalitas dalam menganalisis keputusan program SEHATI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk mengevaluasi efektivitas dan keberlanjutan program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SEHATI dinilai positif oleh masyarakat karena mempermudah akses layanan kesehatan. Program SEHATI diharapkan dapat terus menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan akses kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas menengah ke bawah di Kabupaten Situbondo.
Analisis Konsekuensi Pengambilan Keputusan Pemerintah terhadap Pemindahan Ibu Kota ke IKN melalui Pendekatan Fishbone Putri, Vika Armelya; Safira, Adelia; Al Amin, M. Noer Falaq
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v1i2.2393

Abstract

Indonesia saat ini sedang dalam proses pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru yang terletak di Kalimantan Timur. Memindahkan ibu kota bukanlah keputusan yang mudah. Proses pengambilan keputusan untuk memindahkan ibu kota harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pihak lain yang memiliki kepentingan yang berbeda. Keputusan ini juga harus mempertimbangkan berbagai risiko yang ada dan konsekuensi yang mungkin timbul, baik dari segi ekonomi, sosial, lingkungan, maupun politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu pemerintah membuat keputusan yang lebih baik dan mempertimbangkan dengan hati-hati beberapa aspek dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Dalam melakukan analisis konsekuensi, para peneliti menggunakan pendekatan fishbone untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keputusan untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa penyebab dari segi ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan untuk pemindahan ibu kota kepulauan ke Kalimantan Timur. Dampak yang timbul termasuk peningkatan pendapatan daerah, perubahan budaya dan sosial dalam masyarakat, potensi deforestasi, dan perubahan dalam dinamika politik nasional. Dari analisis ini, peneliti memberikan saran untuk perencanaan yang hati-hati, manajemen yang baik, dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan untuk meminimalkan berbagai dampak negatif yang terjadi.
Implementasi Problem Tree Analysis dalam Pengambilan Keputusan Program Kalimasada di Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya Kasih, May Trheya; Ramadhani, Indah; Aulia, Irma Dhatul; Al Amin, M. Noer Falaq
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v1i2.2467

Abstract

Administrasi kependudukan di Indonesia masih perlu adanya perbaikan agar dapat tercipta pelayanan publik yang prima. Kajian pustaka ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan strategi problem Tree Analysis dalam pengambilan keputusan pada Program Kalimasada di Kecamatan lakarsantri Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dimana untuk menggali detail objek penelitian dengan dalam, sehingga kemudian dapat diperoleh pemahaman yang mendalam pula atas objek yang diteliti. Hasil utama dari strategi ini berupa diagram yang membahas mengenai fokus, akar, sebab, dan akibat dari permasalahan yang ada. Berdasarkan Tree Analysis yang telah dirancang dalam penelitian ini, penyebab dari permasalahan masyarakat yang kurang tertib administrasi kependudukan adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan, masyarakat tidak bisa mengurus langsung di birokrasi, prosedur birokrasi yang berbelit-belit, dan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat pada birokrasi. Akar penyebab dari permasalahan yang ada yaitu karena faktor ekonomi, adanya program yang lebih penting, latar belakang pekerjaan yang beragam, birokrasi yang bersifat tradisional dan keinginan memenuhi kebutuhan hidup. Adanya informasi mengenai sebab dan akibat dari masyarakat yang kurang tertib administrasi kependudukan dapat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berupa Program Kalimasada.
Peran Pelayanan Publik dalam Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Erupsi Gunung Semeru Cahyarani, Jacienda Rafinsya; Sari, Devi Artika; Amalia, Hamida Rizky; Fananiyah, Ikmila Syafah Putri; Widowatie, Janna Listya Sita; Safitri, Amelia Dwi; Al Amin, M. Noer Falaq; Hadianto, Nuh Krama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8047

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lembaga layanan publik merespons kebutuhan psikologis pasca-bencana, terutama di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak, setelah letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang berasal dari literatur relevan, laporan resmi, dan studi-studi sebelumnya tentang manajemen bencana dan pemulihan psikososial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa layanan publik memainkan peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, makanan, dan logistik, tetapi juga dalam mendukung pemulihan psikologis melalui program penyembuhan trauma yang terstruktur. Program-program ini mencakup terapi bermain, bercerita, dan intervensi berbasis komunitas, yang efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan secara bertahap pulih dari pengalaman traumatis. Di daerah evakuasi, layanan psikososial lebih efektif ketika didukung oleh kolaborasi yang kuat antara lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan relawan, yang memungkinkan penyampaian layanan yang terkoordinasi dan komprehensif. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk keterbatasan ketersediaan sumber daya manusia profesional dalam layanan kesehatan mental, distribusi layanan yang tidak merata, dan kurangnya program kesehatan mental jangka panjang yang berkelanjutan bagi para penyintas. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan dukungan psikososial ke dalam kebijakan manajemen bencana dan memperkuat kapasitas lembaga layanan publik untuk memastikan proses pemulihan yang komprehensif, adaptif, dan inklusif bagi komunitas yang terdampak bencana.