Sacha inchi merupakan tanaman merambat yang mengandung banyak minyak setiap kepingnya dengan kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Untuk mendapatkan minyak dari sacha inchi dapat digunakan lima perlakuan yang berbeda, yaitu metode pelarut heksana yang akan digunakan sebagai kontrol, enzim bromelin, enzim bromelin dengan ultrasonik, asam, dan asam dengan ultrasonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh dari hasil perolehan minyak dan kualitas dari masing-masing sampel. Hasil rendemen sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi dengan heksan, bromelin, bromelin dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan gelombang ultrasonik berdasarkan berat simplisia adalah 29,64%; 24,11%; 28,77%; 19,76%; 23,48% dan berdasarkan berat lemak adalah 56,37%; 45,85%; 54,71%; 37,59%; 44,67%. Sampel sacha inchi yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik bromelain memiliki rendemen 98,54% jika dibandingkan dengan rendemen kontrol. Semua sampel memiliki warna yang terang dan cenderung kuning. Hasil bilangan peroksida minyak sacha inchi yang diekstrak dengan heksana, enzim bromelain, enzim bromelain dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan ultrasonik adalah 3,42; 2,61; 5,48; 7,74; 12,41 m-eqO₂/kg dan hasil bilangan yodium adalah 67,84; 73,59; 70,64; 66,95; 64,59, gI2 /100g. Sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi menggunakan enzim bromelain berbantuan gelombang ultrasonik memiliki omega-3 sebesar 52,15 g/100g dan omega-6 sebesar 34,05 g/100g.