Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMANFAATAN EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY FUNGSIONAL Budi Santoso; Dian Nurul Huda; Aldila Din Pangawikan
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 32, No 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v32i2.7190

Abstract

PEMELIHARAAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN DI DESA PULAU SEMAMBU, KECAMATAN INDRALAYA UTARA, KABUPATEN OGAN ILIR Retno Cahya Mukti; Mohamad Amin; Marini Wijayanti; Aldila Din Pangawikan; Yulisman Yulisman; Ria octaviani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.768 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.25-31.2020

Abstract

Desa Pulau Semambu merupakan suatu desa yang terdapat di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki potensial untuk dilakukan pengembangan bidang perikanan terutama dibidang budidaya ikan perairan tawar. Permasalahan dihadapi oleh pembudidaya ikan yang menjadi mitra adalah tingginya harga pakan di pasar sehingga menyebabkan keuntungan yang diperoleh oleh mitra rendah. Hal ini mendorong tim pelaksana untuk menginisiasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan membuat pakan tambahan. Pakan tambahan merupakan pakan yang diberikan selain pakan utama berupa pelet. Salah satu bahan yang dapat digunakan antara lain dedak dan ampas tahu. Penggunaan pakan tambahan berupa fermentasi dedak dengan ampas tahu diharapkan dapat mengurangi penggunaan pakan komersial sehingga dapat mengurangi penggunaan pakan komersil dan menghasilkan pertumbuhan ikan yang tinggi. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Tahap persiapan, (2) Tahap sosialisasi atau penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan tambahan, (3) Tahap monitoring dan evaluasi dengan pendampingan teknis pemeliharaan ikan di lokasi mitra oleh mahasiswa praktek lapang. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kelompok pembudidaya sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan secara aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Berdasarkan dempot yang dilakukan diperoleh bahwa ikan yang diberikan pakan tambahan menghasilkan pertumbuhan bobot dan panjang mutlak serta efisiensi pakan ikan patin yang tinggi yaitu sebesar masing-masing sebesar 6,7 g, 5,2 cm dan 133,0 %. Hal ini membuktikan bahwa pakan tambahan berupa fermentasi dedak dengan ampas tahu dapat diterapkan dalam budidaya ikan patin. Kata kunci: Pakan tambahan, Ikan patin, Desa Pulau Semambu ABSTRACT Pulau Semambu Village located in Ogan Ilir Regency has the potential to be developed in the fisheries, especially in the freshwater fish farming. The problem faced by fish farmers who are partners is the high price of feed in the market, which causes the lowly profits obtained by the partners. This prompted the implementation team to initiate to help solve the problem by making additional feed. Additional food is feed given in addition to the main feed in the form of pellets. One ingredient that can be used namely bran and tofu dregs. The use of additional feed form of bran fermentation with tofu waste is expected to reduce the use of commercial feed. The service activities were carried out through several stages: (1) Preparation stage, (2) Counseling and training stage for making additional feed, (3) The monitoring and evaluation phase was carried out with a demonstration plot of technical assistance in maintaining fish at a partner location by field practice students. Based on the results obtained, the group of farmers is very enthusiastic about participating in the extension activities and actively asking questions at the discussion session. Based on the demonstration plot that was obtained that the fish which were given additional feed produced growth and efficiency of high catfish feed that for each of 6.7 g, 5.2 cm and 133.0%. This proves that additional feed form bran fermentation with tofu waste can be applied in catfish culture. Keywords: Supplementary feed, Catfish, Pulau Semambu Village
Prediksi masa simpan kerupuk ikan Palembang melalui pendekatan angka total oksidasi (totox) dengan metode Accelerated Self-life Test (ASLT) [Prediction of the shelf-life of Palembang fish crackers through the total oxidation number (totox) approach with the Accelerated Self-Life Test (ASLT) method] Aldila Din Pangawikan; Retno Cahya Mukti; Dwi Inda Sari; Sherly Ridhowati
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 27, No 2 (2022): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v27i2.81-89

Abstract

Fish crackers have a short shelf life due to rancidity produced by oxidation damage. This study aims to determine the shelf life of fish crackers using the total oxidation number (Totox) approach. The shelf life test was carried out using the accelerated shelf-life test (ASLT) technique following the Arrhenius model. The experiment was carried out using stratified storage temperatures ranging from 25 °C, 35 °C, and 45 °C for 15 days to follow the level of oxidation damage through Totox numbers. The results of this study indicate that the ASLT technique can be used to predict the shelf life of fish crackers whose core damage is due to oxidation reactions. The prediction of the shelf life based on the Totox number is 118 days; for that, it is recommended to consume Palembang fish crackers below that time.
Kandungan Senyawa Fungsional Daun Tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis) Berdasarkan Posisi Daun pada Cabang Budi Santoso; Berta Sri Kristina Ginting; Tri Wardani Widowati; Aldila Din Pangawikan
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 16 No 1 (2022): Maret
Publisher : Faculty of Forestry Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.363 KB) | DOI: 10.22146/jik.v16i1.1808

Abstract

This study aimed to analyze several secondary metabolite compounds that are antioxidants in the leaves of gaharu plants based on the position of the leaves on the branches. The experimental design used was a non-factorial randomized block design. The research treatment consisted of three factors, namely (A1) young leaves (position of 1-4 leaves from the shoot), (A2) medium leaves (position of 5-8 leaves from the shoot), and (A3) old leaves (position of 9-12 leaves from the shoots). The results showed that the position of the leaves on the branch of the gaharu plant significantly affected the number of secondary metabolites produced. Gaharu plant leaves contain secondary metabolites, namely alkaloids 1.65-4.20%, saponins 2.47-4.00%, tannins 0.69-2.70%, total phenol 29.70-54.68 mg/L, and total chlorophyll 9.21-20.03 mg/L. Tannins and total phenols are functional compounds in gaharu leaves which are antioxidants. The antioxidant properties of this leaf are included in the strong category with an IC50 value of 49.30-68.30 mg/L wherein young leaves have higher antioxidant properties than old leaves.
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.542 KB) | DOI: 10.24815/jts.v%vi%i.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin
PELATIHAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI DESA CIMEKAR, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Andoyo, Robi; Indiarto, Rossi; Pangawikan, Aldila Din
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12624

Abstract

Desa Cimekar merupakan salah satu Desa di Kabupaten Bandung yang memiliki berbagai usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi berbagai produk olahan pangan, seperti keripik dan aneka cemilan, aneka sambal, madu, kopi, dan lain-lain. Beberapa UKM tersebut belum mengaplikasikan prinsip cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB kepada kelompok UKM olahan pangan di Desa Cimekar agar dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Kegiatan PPM ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didukung oleh Universitas Padjadjaran dengan dibantu beberapa mahasiswa yang terlibat. PPM yang dilakukan meliputi survey kondisi UKM olahan pangan di Desa Cimekar, penyampaian materi pelatihan dan diskusi terkait berbagai permasalahan UKM, dan pendampingan serta evaluasi program. PPM ini telah meningkatkan pemahaman pada pelaku UKM terhadap penerapan CPPOB, sanitasi, keamanan pangan, dan aturan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi UKM olahan pangan di Desa Cimekar untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usaha.
PKM PEMANFAATAN BUAH NIPAH DI DESA TELUK BETUNG, KECAMATAN PULAU RIMAU, KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Mukti, Retno Cahya; Arsi, Arsi; Pangawikan, Aldila Din
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.392 KB) | DOI: 10.30997/qh.v6i1.1966

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) activity aims to help groups of farmers from the community who are not yet economically productive but have a strong desire to become entrepreneurs. This PKM activity will be applied to farmer groups in Hamlet 4, Teluk Betung Village, Rimau Island District, Banyuasin District, South Sumatra. The obstacle faced by partners is that it is difficult to determine the right processing technique for nipah (Nypa fruticans Wurmb), partner's knowledge of nipah processing techniques is still minimal. From the problems faced by partners, several solutions are needed including providing community group empowerment assistance regarding the application of science and technology in activities: 1) knowledge of plants and the benefits of nipah (Nypa fruticans); 2) application of local resource-based food processing technology which includes selection of palm fruit, types, and processing techniques of fresh palm fruit; and 3) processing of nipah to be processed foodstuffs with high economic value such as sweets, dodol, etc., and 4) the production process and marketing management of processed nipah products. This activity will be carried out for 8 months (January to August) in 2019. The method used is the empowerment of active participant of farmer groups to partners with the transfer of knowledge and technology on the introduction and benefits of palm fruit, processing of palm fruit through direct assistance in the field. The process of delivering material utilizes teaching aids and the use of space as a transfer class of science and technology. While the technical assistance and direction of the service program involved partner groups. The conclusion is that partners are able to increase their knowledge and skills in processing nipah so that they can increase their economic value.
FORMULATION FLAKES CEREAL OF LOTUS (Nelumbo nucifera) AND SEAWEED (Eucheumma cottoni) AS FUNCTIONAL FOOD Ridhowati, Sherly; Rohmania, Ainur; Rinto, Rinto; Nugroho, Gama Dian; Pitayati, Puspa Ayu; Rachmawati, Siti Hanggita; Baehaki, Ace; Pangawikan, Aldila Din
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sereal flakes dari komposisi tepung biji lotus (Nelumbo nucifera) dan rumput laut (Eucheumma cottoni) sebagai pangan fungsional. Penelitian ini dilaksanakan dalam percobaan laboratorium menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (100% tapioka; 50% tapioka, 20% teratai, 30% rumput laut; 20% tapioka, 30% teratai, 50% rumput laut, dan 30% tapioka, 50% teratai, 20% rumput laut) dengan 3 ulangan. Parameter terdiri dari analisis kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, dan serat kasar), fisik (daya serap air dan indeks kelarutan), dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air (3.13% - 3.61%), abu (1.03% - 8.25%), lemak (8.38% - 9.19%), protein (1.45% - 10.96%), karbohidrat (67.69% - 86.71%) , serat kasar (1.08% - 5.73%). Untuk indeks penyerapan air berkisar antara 11 g/g hingga 5.07 g/g. dan tingkat indeks kelarutan air berkisar dari 0.017g/mL hingga 0.057g/mL. Sedangkan analisis sensori menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap nilai aroma dan warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai rasa dan tekstur