Putri Nur Masithoh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN ASUPAN MAKAN, PENYAKIT INFEKSI, JUMLAH KELUARGA, DAN PENDAPATAN KELUARGA PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN Putri Nur Masithoh; Shelly Festilia Agusanty; Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1111

Abstract

Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan gizi atau status gizinya berada dibawah standar rata-rata. Hasil Prevalensi balita gizi buruk berdasarkan provinsi di Kalimantan Barat pada tahun 2022 yaitu 10,1% dan yang berdasarkan Kabupaten di Kubu Raya yaitu 10,4%. Menurut Puskemas Sungai Durian Prevalensi balita gizi buruk di wilayah tersebut yaitu 0,30%. Tujuan penelitain ini mengetahui gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga pada balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dimana berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti. Sampel penelitian ini balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Data Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 12 balita. Teknik pengumpuluan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner berkaitan dengan gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian ini sebagian besar asupan makan balita kurang baik dari segi jenis, jumlah, dan frekuensi yaitu 100,0% kurang.  Pada balita yang memiliki penyakit infeksi ada 83,3%. Selain itu, jumlah keluarga yang ≥ 4 anggota yaitu 75,0%. Pendapatan keluarga pada balita tinggi di atas UMR 83,3%. Kesimpulan dari penelitian ini dinyatakan bahwa dalam asupan makan masih kurang baik, yang memiliki penyakit infeksi masih banyak. Sehingga diperlukannya keanekaragaman makanan dan peningkatan kesadaran orang tua untuk mencegah, mnegatasi masalah gizi buruk pada balita.