Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

BALITA TIDAK ASI EKSKLUSIF BERISIKO TINGGI MENGALAMI DIARE Yanuarti Petrika; Shelly Festilia Agusanty
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.367 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.397

Abstract

Penyakit diare terjadi pada anak sebesar 2,1 milyar setiap tahun di seluruh dunia, khusus di Indonesia sebesar 1,08% balita terkena diare. Pemberian ASI ekslusif juga dapat mempengaruhi perkembangan kejadian diare sebab ASI mengandung Lysosim yang melindungi bayi dari bakteri (E. Coli dan Salmonella) dan virus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganali- sis hubungan pemberian ASI eklusif terhadap kejadian diare pada anak usia 7 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam. Jenis penelitian ini adalah observasional ana- litik dengan pendekatan rancangan case control. Lokasi penelitian adalah di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam. Sampel pada penelitian ini adalah anak yang menderita diare akut usia 7 – 59 bulan sebesar 40 kasus dan 40 kontrol. Data dianalisis dengan menggunakanuji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signi kan (p=0,01)antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian diare pada anak usia 7-59 bulan. Balita yang tidak mendapatkan ASI Ekslusif memiliki peluang 3,45 kali lebih besar untuk terkena diare (OR=3,45). Kesimpulan penelitian yaitu balita tidak ASI ekslusif berisiko mengalami diare.
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI KARTUN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KONSUMSI FAST FOOD PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 31 KOTA PONTIANAK Kikky indriayani; Shelly Festilia Agusanty; Martinus Ginting; Agnes Rhessa Maharani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1024

Abstract

Latar belakang : Anak sekolah umumnya lebih memilih makan jajanan dari pada makan masakan ibu di rumah. Pola makan yang tidak sehat dan tinggi kalori pada anak sekolah dapat mengakibatkan masalah gizi masalah ini sering dikaitkan dengan pola konsumsi kebiasaan makan dan perilaku baik dirumah maupun di sekolah. Perilaku makan seperti, konsumsi makanan jajanan dan fast food yang tinggi lemak dan tinggi kalori. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi mengunakan media animasi kartun terhadap pengetahuan dan konsumsi makan fast food pada anak sekolah dasar. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan pre-exsperiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Hasil : Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan penggunaan media video animasi terhadap pengetahuan (p=0,000). Rata-rata skor konsumsi fast food sebelum pemberian media animasi adalah 185.00 sedangkan rata-rata skor konsumsi fast food setelah diberikan media animasi adalah 90.00. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penggunaan media video animasi terhadap konsumsi fast food (p=0,000). Ada perbedaan pengetahuan gizi, konsumsi fast food sebelum diberikan edukasi gizi media animasi kartun, serta ada peningkatan setelah pemberian video animasi. Kata Kunci : Video animasi kartun, pengetahuan, konsumsi fast food   
PENGARUH POSTER TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD M.TH.DJAMAN SANGGAU Kristina Inge Eurilla; Shelly Festilia Agusanty; Dahli ansyah; Agnes Rhessa Maharani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 2 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1012

Abstract

Latar belakang : Penyelenggaraan makanan yang hygienis dan sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Penerapan personal hygiene penjamah makanan menjadi penting karena penyelenggaraan makanan yang tidak dilakukan dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku akan berdampak negatif seperti timbulnya berbagai penyakit dan keracunan. Peran media dalam promosi kesehatan adalah untuk menyampaikan informasi tentang personal hygiene diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh poster terhadap pengetahuan dan sikap personal hygiene penjamah makanan di instalasi gizi RSUD M.Th. Djaman Sanggau. Metode penelitian : Penelitian adalah Pre-Eksperimental dengan rancangan One group pretest-posttest. Sampel penelitian 18 orang, sampel dipilih menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data tingkat pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui kuesioner (pre-test dan post-test). Dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : Penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan (p=0,002) dan sikap (p=0,004) sebelum dan sesudah pemasangan poster.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN STATUS GIZI TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN ANAK PENDERITA DIARE DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK Tika Febriana; Jurianto Gambir; Shelly Festilia Agusanty; Della Oktapiani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1061

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak dialami oleh anak usia balita. Diare disebabkan oleh berbagai virus dan bakteri yang menyerang sistem pencernaan ditandai dengan mual, muntah disertai dengan BAB cair yang mengakibatkan dehidrasi ringan hingga berat. Kondisi ini yang menyebabkan pasien sering mengalami penurunan nafsu makan sehingga dapat meningkatkan risiko malnutrisi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara asupan energi, protein dan status gizi awal terhadap lama rawat inap pasien anak penderita diare di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purpossive Sampling yang dilakukan selama periode Maret-Mei 2017 terhadap 31 pasien penderita diare usia 0-5 tahun yang dirawat di ruang perawatan anak RSUD dr. Soedarso Pontianak. Analisis data menggunakan chi square.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 61,3% pasien memiliki asupan energi ≥70% dan 58,1% memiliki asupan protein ≥80%. Pasien dengan status gizi kurang sebanyak 51,6% dengan rata-rata hari rawat >3 hari. Kesimpulannya, ada hubungan yang bermakna antara asupan energi, protein dan status gizi terhadap lama rawat inap pasien anak penderita diare di RSUD dr. Seodarso Pontianak (P < 0,05). Sebaiknya perlu dilakukan skrining awal terhadap status gizi untuk memudahkan dalam memonitor perkembangan gizi pasien selama dirawat serta perlunya edukasi agar orangtua memahami bahwa asupan gizi dapat mempengaruhi lama rawat inap.
PENERAPAN EDUKASI GIZI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT GIZI UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DI MTS YPPU AL-MUHAJIRIN SAPAK HULU KABUPATEN SAMBAS Siti Mardiyah; Juriyanto Gambir; Shelly Festilia Agusanty
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1039

Abstract

Remaja putri berisiko terhadap anemia zat gizi besi namun informasi tentang anemia masih dikategori kurang. Edukasi gizi kelompok sebaya merupakan metode pendidikan kesehatan yang sesuai untuk remaja, namun belum terlaksanakan dilingkungan sekolah. Selain itu, belum terfokus pada pengetahuan dan asupan zat besi guna pencegahan anemia. Sehingga perlu diketahui perbedaan pengetahuan dan asupan zat besi setelah diberikan edukasi gizi kelompok sebaya pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh edukasi gizi kelompok sebaya dan leaflet serta kelompok yang diberikan leaflet saja terhadap pengetahuan anemia dan asupan zat besi untuk pencegahan anemia gizi besi pada remaja putri. Metode penelitian ini quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan desain non-equivalent control grup pretest-posttest pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing sampel 25 remaja putri. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kelompok sebaya dapat meningkatkan pengetahuan dan asupan zat gizi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0,05). Edukasi gizi oleh kelompok sebaya dan leaflet lebih tinggi dapat meningkatkan rata-rata skor pengetahuan pada remaja putri dibandingkan diberikan leaflet selisih skor peningkatan 3,56. (P<0,05). Pada saat akan memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat diharapkan menggunakan metode teman sebaya dapat meningkatkan pengetahuan dan asupan zat gizi dan pada metode ini lebih efektif digunakan
GAMBARAN KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER KASIEN PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA BINA ANAK BANGSA PONTIANAK Kristina Roni; Shelly Festilia Agusanty; Sopiyandi; Yuniarti Petrika; Ikawati Sulistyaningsih
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1020

Abstract

Autisme merupakan suatu ganguan perkembangan yang kompleks yang menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi. Prevalensi autis di dunia saat ini mencapai 1 per 160 anak atau berkisar 0,3%. Jika angka kelahiran di Indonesia enam juta per tahun, maka jumlah penyandang autis di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 per tahun dengan prevalensi anak laki-laki tiga sampai empat kali lebih besar dari pada anak perempuan. Menurut penelitian sebelumnya kepatuhan diet bebas gluten bebas kasein terhadap anak autis di Kota Pontianak sebanyak 61,5% tidak patuh melaksanakan diet bebas gluten bebas kasein. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui gambaran jumlah, jenis dan frekuensi asupan bahan makanan sumber kasein pada anak autis di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak. Metode observasional dengan study cross sectional. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Penelitian di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak masih mengkonsumsi bahan makanan sumber kasein,untuk jumlah asupan bahan makanan sumber kasein anak autis diperoleh angka tertinggi yaitu pada susu UHT sebanyak 61,26 gram dalam satu hari. Kemudian diketahui jenis bahan makanan sumber kasein yang sering dikonsumsi anak autis yaitu susu UHT, puding susu, selai susu, keju, yoghurt, es krim, susu kental manis dan susu bubuk. Pada jenis bahan makanan sumber kasein ini yang paling banyak dikonsumsi oleh anak autis yaitu pada susu UHT dengan skor 85 (54,55%) dan yang paling sedikit dikonsumsi oleh anak autis yaitu pada susu bubuk dengan skor 5 (9,09%). Frekuensi bahan makanan sumber kasein yang paling sering dikonsumsi oleh anak autis yaitu Susu UHT terdapat sebanyak 2 kali dalam sehari, dan selai susu, puding susu dikonsumsi 1 kali dalam sehari. Sedangkan bahan makanan sumber kasein yang juga dikonsumsi yaitu keju, yoghurt, es krim, susu kental manis dan susu bubuk, namun tingkat frekuensi konsumsi dalam minggu. Diketahui bahwa asupan bahan makanan sumber kasein pada anak autis di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak belum baik karena anak autis masih mengkonsumsi makanan sumber kasein.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA SEKURA KABUPATEN SAMBAS Ria Andiani; Suaebah; Shelly Festilia Agusanty; Tea Tarsela keti
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1015

Abstract

Masa balita adalah periode penting dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, serta perubahankebutuhan makanan yang tinggi untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Berdasarkan survey status gizi 2021,masih ditemukan permasalahan gizi pada balita di Puskesmas Desa Sekura dimana berdasarkan indeks TB/PB/Upravelensi balita 6-59 bulan, terdapat 387 dari 1.850 balita berstatus balita pendek. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi ibu balita dengan status gizi balita usia 6-59 bulan di Desa SekuraKabupaten Sambas.Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional.Tingkat pengetahuan gizi ibu balita di kategori baik sebesar 94% dan kategori kurang sebesar 6%. Status gizi balitadengan indikator TB/U atau PB/U di kategori normal sebesar 47.6%, di kategori pendek sebesar 20,2%, dan dikategori sangat pendek sebesar 32.1%. Berdasarkan uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0.920 (p>0.05) yang berartitidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan status gizi di Desa Sekura.Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan gizi ibu bayi/balita dengan status gizi ibubayi/balita di Desa Sekura. Namun, tingkat pengetahuan ibu balita dan status gizi balita Di Desa Sekura sebagianbesar sudah baik, meskipun masih terdapat masalah status gizi stunting pada balita.
GAMBARAN DUKUNGAN ORANG TUA, JENIS DAN FREKUENSI ASUPAN BAHAN MAKANAN PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAHLUAR BIASA BINA ANAK BANGSA PONTIANAK Aprilia, Bercy Aprilia; Shelly Festilia Agusanty; Sopiyandi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1064

Abstract

Autis adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan ketidakmampuan dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi dan berprilaku sesuai dengan perkembangan, ketertarikan dan aktifitasnya. Pada tahun 2021 penyandang disabilitas berdasarkan jenis kelamin laki-laki yaitu 66% dan jenis kelamin perempuan 34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan orang tua, jenis dan frekuensi asupan bahan makanan pada anak autis di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak. Menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional studi. Sebagian besar yang mengkonsumsi protein nabati memiliki kategori tidak baik yaitu 11 responden (100%) Sebagian besar yang mengkonsumsi sayuran memiliki kategori tidak baik 11 responden (100%). Sebagian besar yang mengkonsumsi buah-buahan memiliki kategori tidak baik yaitu 11 responden (100%). Hasil wawancara dengan orang tua dari anak autis di SLB Anak Bangsa Pontianak mengiisi kuesioner tentang dukungan orang tua terhadap jenis bahan makanan yang sehat dan bergizi sebagian besar orang tua anaknya sangat mendukung anaknya untuk mengkonsumsi jenis bahan makanan yang sehat.
ANALISIS DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT GIZI NUGGET HATI AYAM DENGAN PENAMBAHAN BAYAM HIJAU (Amaranthus spp) Fadilah Fitriana; Didik Hariyadi; Shelly Festilia Agusanty
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i1.1612

Abstract

Latar Belakang : Nugget merupakan olahan pangan praktis yang diminati banyak kalangan, karena rasanya enak dan bentuknya menarik. Nugget terbuat dari daging giling berbumbu yang dibentuk, dimasak, dibekukan, dan dilapisi tepung roti, dan digoreng, sehingga lebih praktis sebagai lauk dan cemilan sehari-hari. Untuk meningkatkan nilai gizi, nuget dapat ditambahkan hati ayam dan bayam hijau. Hati ayam kaya akan vitamin A, B kompleks, B12, serta zat besi 15,8 mg/100 gram yang mencegah anemia. Bayam mengandung zat besi, vitamin C, dan serat tinggi yang juga mencegah anemia Nugget hati ayam dengan penambahan bayam dapat direkomendasikan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui “Analisis Daya Terima Dan Kandungan Zat Gizi Nugget Hati Ayam  Dengan Penambahan Bayam Hijau (Amaranthus Spp)”.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan menggunakan uji friedman  yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu F1(75g : 40g), F2 (85g : 30g ), F3 ( 95g : 20g). Uji yang dilakukan ada dua tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan sebanyak 25 panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada nugget hati ayam  dan  uji analisis zat gizi uji protein dengan metode kjeldahl , uji kadar Fe metode spektofometri Serapan Atom (ASS) dan uji  kadar air dengan metode thermogravometric (pengeringan) .Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget yang diuji daya terima dari warna, aroma, rasa dan tekstur pada perlakuan F3 ( 95g : 20g). Nugget pada perlakuan terbaik memiliki kadar protein ( 9,02 %), Fe (6,10 mg/kg), kadar air ( 54,87%).Kesimpulan : Secara keseluruhan formulasi nugget hati ayam dengan penambahan bayam hijau yang paling diterima secara keseluruhan yaitu F3. Adanya pengaruh aroma, warna, rasa, tekstur terhadap daya terima nugget hati ayam dengan penambahan bayam hijau. Kata Kunci : Nugget, Hati Ayam, Bayam Hijau.  Keterangan : 1) Peneliti Utama, 2) Pembimbing Utama, 3) Pembimbing Pendamping
GAMBARAN ASUPAN MAKAN, PENYAKIT INFEKSI, JUMLAH KELUARGA, DAN PENDAPATAN KELUARGA PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN Putri Nur Masithoh; Shelly Festilia Agusanty; Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1111

Abstract

Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan gizi atau status gizinya berada dibawah standar rata-rata. Hasil Prevalensi balita gizi buruk berdasarkan provinsi di Kalimantan Barat pada tahun 2022 yaitu 10,1% dan yang berdasarkan Kabupaten di Kubu Raya yaitu 10,4%. Menurut Puskemas Sungai Durian Prevalensi balita gizi buruk di wilayah tersebut yaitu 0,30%. Tujuan penelitain ini mengetahui gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga pada balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dimana berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti. Sampel penelitian ini balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Data Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 12 balita. Teknik pengumpuluan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner berkaitan dengan gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian ini sebagian besar asupan makan balita kurang baik dari segi jenis, jumlah, dan frekuensi yaitu 100,0% kurang.  Pada balita yang memiliki penyakit infeksi ada 83,3%. Selain itu, jumlah keluarga yang ≥ 4 anggota yaitu 75,0%. Pendapatan keluarga pada balita tinggi di atas UMR 83,3%. Kesimpulan dari penelitian ini dinyatakan bahwa dalam asupan makan masih kurang baik, yang memiliki penyakit infeksi masih banyak. Sehingga diperlukannya keanekaragaman makanan dan peningkatan kesadaran orang tua untuk mencegah, mnegatasi masalah gizi buruk pada balita.