Melvarianisyari Melvarianisyari
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Produk Lokal Berbasis Kearifan Lokal Mahasiswa KKN untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Binaan Lapas II-B Kota Padangsidimpuan Nur Sahara; Nurmaini Ginting; Fatma Suryani; Melvarianisyari Melvarianisyari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/fw30tk09

Abstract

Pembangunan ekonomi berbasis kreativitas menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Keterbatasan akses terhadap sumber daya, keterampilan, dan peluang usaha menyebabkan warga binaan memerlukan pendekatan pemberdayaan yang inovatif dan berkelanjutan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan produk lokal berbasis kearifan lokal melalui peran aktif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat binaan di Lapas Kelas II-B Kota Padangsidimpuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif berbasis komunitas, yang terdiri atas tahapan identifikasi potensi lokal, pelatihan keterampilan produksi, pendampingan inovasi produk, serta penguatan strategi pemasaran berbasis digital. Produk yang dikembangkan difokuskan pada pemanfaatan bahan lokal dan limbah kreatif menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kerajinan tangan dan produk olahan sederhana. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping dalam proses pemberdayaan, sekaligus memperkenalkan teknologi digital sebagai sarana promosi. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya keterampilan dan kreativitas warga binaan, terciptanya produk lokal yang inovatif dan bernilai jual, serta terbukanya peluang usaha yang dapat mendukung kemandirian ekonomi setelah masa pembinaan. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan Lapas dalam menciptakan model pemberdayaan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan aplikatif