Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Kelembagaan Pertanian Organik Melalui Integrated Organic Farming System (IOFS) Sebagai Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan Pesisir Di Kabupaten Malang: Institutional Transformation of Organic Agriculture through the Integrated Organic Farming System (IOFS) as a Coastal Environment-Based Food Security Strategy in Malang Regency Puspitawati, Dhiana; Dewi, Citra Satrya Utama; Susanto, Fransiska Ayulista; Chusnida, Nabilah Luthfiyah; Binada, Ulfa
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1046

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani di wilayah pesisir Kabupaten Malang melalui penerapan Integrated Organic Farming System (IOFS) sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh lemahnya legalitas kelompok tani, keterbatasan akses terhadap sarana produksi, serta rendahnya kapasitas manajerial dan teknologi pertanian di kawasan pesisir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan kelompok tani hutan (KTH). Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kelembagaan, pelatihan produksi pupuk organik, diversifikasi komoditas (kopi, hortikultura, dan peternakan), serta pembentukan badan hukum koperasi atau BUMDes berbasis pertanian organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kelembagaan petani dalam mengelola usaha tani secara mandiri dan efisien, penurunan ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, penerapan IOFS mendorong terciptanya sistem pertanian berkelanjutan yang memperkuat keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 14 (Life Below Water), sekaligus menjadi model inovatif pembangunan pertanian pesisir yang inklusif dan adaptif