Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Village Autonomy and Social Empowerment: The MSN-Approach Model in Tourism and Creative Economy Development Policies in Bromo Tengger Semeru National Park Binada, Ulfa; Sinaga, Cristian Baik Budi Hasilohan; Chusnida, Nabilah Luthfiyah
Jurnal Magister Administrasi Publik Vol 1 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmap.v1i2.3736

Abstract

The village government carries out village development in accordance with Law No. 6 of 2014 concerning Villages. One of the public policy models that can be implemented based on village autonomy is MSN-Approach with 3 dimensions namely mentality, systems, and networking. This study uses a qualitative approach with data collection techniques that include direct observation, in-depth interviews, document processing (written documents), and interactive dialogue through focus group discussions (FGD). This research was carried out in Wonokitri Village, Tosari District, Pasurun Regency. This research resulted in a community empowerment design carried out by the Bromo Tengger Semeru National Park Center (BB TNBTS) with the Tengger community in Wonokitri Village, especially the Hulun Hyang Farmer Group. The community empowerment focuses on the conservation of Edelweiss Flowers and the development of supporting destinations for the National Park Bromo Tengger Semeru. Through the Decree of the Head of the East Java SDA No. 110/K.2 /BIDTEK.1/11/2018, Hulun Hyang can officially cultivate Edelweiss Flowers ex-situ for customary, conservation, economic needs, and the opening of village tourist destinations. Furthermore, to accelerate village development and tourism in TN. Bromo Tengger Semeru, the village government collaborates with the private sector to manage the village's potential which includes jeep and homestay rentals through one-stop services (website and mobile application).
STRATEGI PENINGKATAN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH KOTA MALANG Nashihah, Durratun; Rachman, Rani Auliawati; Binada, Ulfa; Nastiti, Bahagia; Yulitasari, Laila Dwi
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/txft8218

Abstract

Tingkat akuntabilitas kinerja Pemerintah Kota Malang beberapa tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga dibutuhkan strategi agar nilai akuntabilitas terus  meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran strategi peningkatan akuntabilitas dan manajemen kinerja pada pemerintah di Kota Malang. Hasil penelitian ini yakni strategi peningkatan akuntabilitas dan manajemen kinerja pada Pemerintah Kota Malang diantaranya Perangkat Daerah melakukan survei kepuasan pada masyarakat disetiap layananya  secara periodik, perlunya memperkuat SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pelayanan publik, meningkatkan penyesuaian standar dan program review dengan melibatkan masyarakat (citizen charter), meningkatkan tingkat intensitas koordinasi antar Perangkat Daerah dalam rangka meningkatkan inovasi pelayanan publik, menyediakan dan mengelola fasilitas pengaduan masyarakat, mendorong adanya inovasi pelayanan disetiap perangkat daerah, dan melakukan sosialisasi kebijakan evaluasi pelayanan secara berkala.
ANALISIS PERENCANAAN PENGEMBANGAN “SMART BRANDING”  KOTA MALANG Winoto, Suhartono; Kumalasari, Ima; Binada, Ulfa
PANGRIPTA Vol. 6 No. 2 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.379 KB) | DOI: 10.58411/d0794s92

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, city branding yang cerdas (smart branding) telah  menjadi penting dalam pertumbuhan ekonomi kota-kota di seluruh dunia. Kota Malang,  sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Timur, Indonesia, telah mengadopsi konsep smart  branding untuk membentuk identitas dan persepsi lokal yang kuat. Smart branding merupakan  pendekatan strategis yang mengintegrasikan teknologi inovatif, keterlibatan masyarakat, dan  praktik pembangunan berkelanjutan. Kota Malang memperlihatkan komitmen dalam  membangun citra yang unik dengan memanfaatkan keberlanjutan dan keunggulan budaya.  Studi ini membahas penerapan smart branding di Kota Malang melalui beberapa program dan  inisiatif. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif  untuk memahami potensi smart branding Kota Malang. Analisis dilakukan dengan  mengumpulkan data dari Pemerintah Daerah Kota Malang dan menganalisis dokumen  perencanaan Kota Malang. Hasil studi ini menggambarkan eksistensi dan keberhasilan smart  branding di Kota Malang melalui program-program yang telah dilaksanakan. Lebih lanjut  adanya beberapa strategi smart branding yang telah berhasil diimplementasikan di Kota  Malang, seperti Malang City Tour (MACITO), Malang Creative Center (MCC), Malang  Creative City EKRAF Malang, dan aplikasi Info Turis Malang. Strategi-strategi ini telah  membantu mengubah citra kota dan memperkuat identitas kota sebagai pusat pariwisata yang  berkembang, dinamis, dan kreatif.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN PASURUAN Khoiri, Achmad Miftahul; Binada, Ulfa; Nastiti, Bahagia
PANGRIPTA Vol. 5 No. 2 (2022): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/550n6p68

Abstract

Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan yang diakibatkan oleh Covid-19 menuntut strategi efektif dari pemerintah daerah setempat. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji apa saja strategi untuk mengentaskan kemiskinan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan serta bagaimana dampak dari strategi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Kabupaten Pasuruan telah melaksanakan strategi program pengentasan kemiskinan melalui koordinasi dengan masing-masing dinas terkait, misalnya program menurunkan beban pengeluaran dan penguatan ekonomi kreatif oleh Dinas Sosial dan Dinas Koperasi yang diidentifikasi menjadi program yang cukup efektif dalam pengentasan kemiskinan. Penelitian ini juga menemukan bahwa identifikasi kelompok sasaran merupakan komponen prasyarat keberhasilan program pengentasan kemiskinan, serta perlu adanya peran lebih dari stakeholder untuk meningkatkan keefektifitasan program pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, Program yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan perlu dilakukan secara optimaldengan diiringi peran stakeholders untuk meningkatkan efektivitas program untuk mengentaskan kemiskinan akibat pandemi Covid-19.
Transformasi Kelembagaan Pertanian Organik Melalui Integrated Organic Farming System (IOFS) Sebagai Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan Pesisir Di Kabupaten Malang: Institutional Transformation of Organic Agriculture through the Integrated Organic Farming System (IOFS) as a Coastal Environment-Based Food Security Strategy in Malang Regency Puspitawati, Dhiana; Dewi, Citra Satrya Utama; Susanto, Fransiska Ayulista; Chusnida, Nabilah Luthfiyah; Binada, Ulfa
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1046

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani di wilayah pesisir Kabupaten Malang melalui penerapan Integrated Organic Farming System (IOFS) sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh lemahnya legalitas kelompok tani, keterbatasan akses terhadap sarana produksi, serta rendahnya kapasitas manajerial dan teknologi pertanian di kawasan pesisir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan kelompok tani hutan (KTH). Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kelembagaan, pelatihan produksi pupuk organik, diversifikasi komoditas (kopi, hortikultura, dan peternakan), serta pembentukan badan hukum koperasi atau BUMDes berbasis pertanian organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kelembagaan petani dalam mengelola usaha tani secara mandiri dan efisien, penurunan ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, penerapan IOFS mendorong terciptanya sistem pertanian berkelanjutan yang memperkuat keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 14 (Life Below Water), sekaligus menjadi model inovatif pembangunan pertanian pesisir yang inklusif dan adaptif