Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Partisipatif dalam Kegiatan Edukasi PHBS sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar di Desa Tegalgirang: Participatory Approach in PHBS Education Activities as an Effort to Improve the Health of Elementary School Students in Tegalgirang Village Hilmiana, Hilmiana; Johanna Lumbanraja, Gracia; Sophia Mareva, Almira; Rafi Izzaddin, Muhammad; Febri Dahlianingsih, Valentina; Azhar, Septyo; Ulayya Dhiya Iskandar, Yasmine; Halimudrikah Islam, Reyhan; Alviani, Devi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1297

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan cuci tangan pakai sabun (CTPS), keterampilan menyikat gigi yang benar, serta penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar di Desa Tegalgirang, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Januari 2026 di SD Negeri 1 Tegalgirang dan 24 Januari 2026 di SD Negeri 2 Tegalgirang dengan melibatkan 357 siswa kelas 1–6. Metode yang digunakan adalah intervensi edukatif promotif–preventif berbasis partisipatif melalui kombinasi edukasi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan peer teaching. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest berbasis observasi dengan instrumen checklist keterampilan yang diisi oleh mahasiswa KKN dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang signifikan. Pada intervensi CTPS (n = 337 siswa hadir), proporsi siswa yang mampu meningkat dari 35,0% pada pretest menjadi 84,6% pada posttest. Sementara itu, pada intervensi menyikat gigi di SD Negeri 2 Tegalgirang (n = 168 siswa hadir), keterampilan siswa meningkat dari 34,5% menjadi 82,7%. Perbedaan capaian juga terlihat antar jenjang kelas, di mana siswa kelas 3–6 menunjukkan hasil lebih tinggi dibanding kelas 1–2. Meskipun demikian, masih terdapat sekitar 15–17% siswa yang belum mampu mempraktikkan keterampilan secara optimal.