Rizki Amalia
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Nikah Siri Studi Kasus Desa Kaduhejo Pandeglang Muhammad Jamiullail Abdulloh; Maulana Ramdani; Rizki Amalia; Niswatin Hadirotul Qudsiyah; Muhammad Wildan Razka Rahtama; Mohamad Rafi Padilah; Eva Fadhilah
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2026): January-June, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v8i1.1834

Abstract

The practice of unregistered religious marriage (nikah siri) continues to persist in several rural communities in Indonesia, including Kaduhejo Subdistrict, Pandeglang Regency, where strong religious values intersect with economic and social constraints. Although considered valid according to Islamic law, nikah siri is not formally recorded by the state, resulting in significant legal and social consequences, particularly for women and children. Based on a qualitative normative-empirical approach, this research explores the forms, underlying factors, community perceptions, and socio-legal impacts of nikah siri through in-depth interviews, field observations, and document analysis involving married couples, religious leaders, community figures, and local officials. The findings indicate that economic limitations, socio-cultural traditions, and limited legal awareness are dominant factors sustaining the practice. Most community members prioritize religious legitimacy over administrative legality, while simultaneously acknowledging the legal vulnerabilities arising from unregistered marriages. Nikah siri creates a social dilemma by positioning religious norms, local traditions, and state law in a state of tension rather than harmony. Women and children are the most affected parties, facing legal uncertainty regarding inheritance rights, marital status, and civil documentation. This study offers an empirical contribution by framing nikah siri as a living legal phenomenon shaped by continuous negotiation between normative religious values and structural legal limitations. Strengthening legal education, improving access to marriage registration, and enhancing the economic capacity of young couples are essential strategies to reduce the negative impacts of unregistered marriages in rural communities.
EDUKASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA SUKAMANAH, KECAMATAN MALINGPING, KABUPATEN LEBAK Rizki Amalia; Tika Muslikha Risqiani; Alya Zalfa Zahidah; Muhtaji; Ahmad Hikam; Abdul Rosyad
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan di lingkungan sekolah dasar yang dapat memengaruhi kenyamanan, hubungan sosial, dan pembentukan karakter siswa. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan perundungan sekaligus menanamkan nilai empati, kepedulian, tanggung jawab, toleransi, dan saling menghargai. Kegiatan dilaksanakan di SDN 01 Sukamanah, Kabupaten Lebak, pada 27–29 Juli 2026 dengan melibatkan 359 siswa kelas IV, V, dan VI. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif melalui penyampaian materi, contoh situasi, tanya jawab, dan diskusi. Materi disampaikan dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar mereka dapat mengenali perilaku perundungan, memahami dampaknya, serta menentukan sikap yang tepat ketika mengalami atau menyaksikannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya keterlibatan aktif siswa dalam memahami berbagai bentuk perundungan dan cara menyikapinya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini menjadi langkah preventif dalam membangun kesadaran sosial dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.