Agung Wiguna
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narasi Gender dan Kekuasaan dalam Fenomena Poligami di Media Sosial: Kajian Sosio-Digital di Indonesia Ahmad Mario Maulana; Ahmad Gyas Pawaj; Muhamad Farid Alfurqon; Agung Wiguna; Dea Lestari; M Dani Herlambang; M Al Fikri Najiullah; Aziz Faturokhman
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2026): January-June, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v8i1.1875

Abstract

The circulation of polygamy narratives on Indonesian social media reflects an ongoing negotiation of gender relations and symbolic power in the digital public sphere. Situated within a socio-digital and critical gender perspective, this research examines how polygamy is constructed, legitimized, and contested across TikTok, Instagram, and YouTube through qualitative content and semiotic analysis of posts, comments, and user interactions. The findings reveal a dual pattern of discourse. On one side, dominant narratives normalize polygamy by framing male authority as moral, religiously grounded, and economically responsible, thereby reinforcing hierarchical gender relations and the symbolic legitimacy of masculine leadership within the household. On the other side, counter-narratives emerge through personal testimonies, critical reflections, and interactive debates that question claims of justice, highlight emotional and structural inequalities, and promote gender equity. The interactional features of digital platforms—such as comment threads, video responses, and algorithmic amplification—intensify both normalization and resistance, turning social media into a contested arena of meaning production. These dynamics demonstrate that digital discourse not only reflects existing cultural and religious values but actively reshapes public perception of polygamy. The analysis contributes to socio-digital studies by showing how gendered power relations are reproduced and challenged simultaneously within Indonesia’s contemporary media ecology.
Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di Desa Kaduela, Pandeglang-Banten Ida Mursidah; Agung Wiguna; Siti Khoirunnisa; Firli Zulfa Aulia; Nisa Azzahra; Eka Ayu Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Tapis Berseri (JPMTB) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Tapis Berseri (JPMTB) (Edition April)
Publisher : Pusat Studi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jpmtb.v5i1.199

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) merupakan wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat yang bertujuan mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk memecahkan permasalahan nyata di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program KUKERTA Reguler Kelompok 33 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Desa Kaduela, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang-Banten, serta menganalisis dampak program terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam aspek ketersediaan air bersih, pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, dan kolaborasi multipihak dengan instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan selama 40 hari (15 Juli - 23 Agustus 2026). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh program kerja berhasil terealisasi dengan baik, meliputi program unggulan (penyediaan air bersih, edukasi pencegahan pernikahan dini, mitigasi bencana, pemilahan sampah dan budidaya maggot, serta bakti sosial), program menengah (papan edukasi sampah, posyandu, pojok literasi, gotong royong), program mingguan (mengajar di SD dan senam), dan program harian (bimbingan belajar). Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan akses air bersih, kesadaran kesehatan reproduksi, pengetahuan mitigasi bencana, minat baca anak, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Kesimpulannya, KUKERTA efektif sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, namun keberlanjutan program memerlukan komitmen dari pemerintah desa dan masyarakat untuk mengelola secara mandiri.