Salsabillah Sahda Daffa Ananta
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI TOKOH IBU DALAM CERITA ANAK DIGITAL SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA ANAK KRITIS Salsabillah Sahda Daffa Ananta; Delita Sartika; Ade Bayu Saputra
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2702

Abstract

Cerita anak digital berperan penting dalam membentuk pemahaman anak tentang peran sosial, termasuk peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Namun, penelitian yang mengkaji representasi tokoh ibu dalam satu cerita anak digital secara mendalam sekaligus mengaitkannya dengan implikasi pembelajaran masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi tokoh ibu dalam cerita Ingin Seperti Ibu (Let’s Read Asia) serta merumuskan implikasinya bagi pembelajaran sastra anak kritis di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk, difokuskan pada dimensi teks (makrostruktur, superstruktur, mikrostruktur diksi dan visual) dan dimensi konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh ibu direpresentasikan secara hibrid, yaitu aktif di ranah publik sebagai nelayan sekaligus tetap menjalankan fungsi pengasuhan domestik. Representasi ini menunjukkan adanya beban ganda perempuan yang bersifat akomodatif dalam perspektif ideologi Ibuisme Negara. Temuan penelitian ini memiliki nilai pedagogis, yaitu cerita Ingin Seperti Ibu dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sastra anak kritis yang mendorong diskusi gender, analisis karakter, dan pembacaan ilustrasi secara kritis.