Penggunaan energi terbarukan merupakan solusi dalam mendukung pengembangan pelabuhan pintar (smart port), khususnya dalam pemenuhan sumber daya listrik yang stabil, berkelanjutan, dan efisien. Kebutuhan sistem energi alternatif menjadi relevan terutama akibat keterbatasan pasokan listrik berbasis bahan bakar fosil serta tuntutan efisiensi proses sandar kapal. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga angin dan surya berpotensi meningkatkan kemandirian energi di lingkungan pelabuhan. Dalam penelitian sebelumnya, peneliti belum mengintegrasikan sistem hybrid dengan pemantauan real-time, pengolahan data, penggunaan mikrokomputer, dan konteks pelabuhan pintar. Beberapa penelitian hanya berfokus pada salah satu sumber energi. Keterbatasan tersebut mendorong penelitian ini untuk merancang sistem hibrida panel surya dan turbin angin vertikal yang dapat melakukan monitoring daya yang masuk , switching energi dan pemrosesan data secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap perancangan, perakitan, pengujian, dan evaluasi sistem. Hasil pengujian 1x24 jam membuktikan sistem mampu menghasilkan total energi ±68,16 Wh (±5,24 Ah), memenuhi ±72% kapasitas baterai 12 V. Panel surya mendominasi suplai sebesar 61% dengan daya rata-rata ±5,28 W pada siang hari. Turbin angin berkontribusi sebesar 39% dengan rata-rata daya ±0,72 W sebagai sumber pendukung di malam hari. Sensor cahaya BH1750 dengan ambang batas 50 lux berhasil menjadi pemicu switching otomatis antara siang dan malam. Modul MPPT juga berhasil menstabilkan tegangan output dari kedua sumber hingga mencapai titik daya maksimum. Secara keseluruhan, sistem beroperasi sesuai dengan tujuannya.