Penataan permukiman perkotaan merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap penataan permukiman di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, dengan meninjau tingkat partisipasi masyarakat, kondisi infrastruktur lingkungan, serta persepsi terhadap hasil penataan permukiman. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis SWOT. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden, sedangkan data sekunder digunakan sebagai informasi pendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam penataan permukiman masih tergolong rendah, terutama pada tahap perencanaan dan pengawasan. Kondisi infrastruktur lingkungan berada pada kategori cukup, dengan pengelolaan sampah sebagai aspek yang memperoleh penilaian terendah. Meskipun demikian, hasil penataan permukiman dinilai relatif positif oleh masyarakat, khususnya pada aspek keberlanjutan hasil dan keterpaduan program. Analisis SWOT menunjukkan bahwa penataan permukiman di Kelurahan Sei Mati berada pada kondisi yang cukup stabil, dengan peluang pengembangan yang didukung oleh kebijakan dan program pemerintah, meskipun masih dihadapkan pada tantangan berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan tekanan lingkungan perkotaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penataan permukiman tidak hanya ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat, tetapi juga oleh manfaat fisik yang dirasakan secara langsung oleh warga. Oleh karena itu, strategi penataan permukiman ke depan perlu diarahkan pada penguatan partisipasi masyarakat secara bertahap dan kontekstual, seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan infrastruktur lingkungan untuk menjamin keberlanjutan hasil penataan.