ABSTRACT This study was motivated by the low level of student participation and activeness in the learning process, particularly in the Facial Makeup subject in Class X Beauty 1 at SMK Negeri 6 Semarang. This condition indicates the need for an instructional model that can enhance students’ active engagement. Therefore, this study aims to optimize student activeness through the implementation of the cooperative learning model of the Student Teams Achievement Division (STAD) type. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in the 2025/2026 academic year, involving students of Class X Beauty 1 as the research subjects. The research procedure was carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data collection techniques included observation sheets of student activeness, interviews, and documentation. The results showed a gradual improvement in student activeness, increasing from an initial condition of 50% to 80% in Cycle I, and reaching 87.25% in Cycle II. Thus, it can be concluded that the implementation of the STAD learning model is effective in improving students’ activeness in the Facial Makeup learning process. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Tata Rias Wajah di kelas X Kecantikan 1 SMK Negeri 6 Semarang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian siswa kelas X Kecantikan 1. Prosedur penelitian dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan siswa, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa secara bertahap, yaitu dari kondisi awal sebesar 50%, meningkat menjadi 80% pada siklus I, dan mencapai 87,25% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Tata Rias Wajah.