Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KOTA PAYAKUMBUH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK Azizah, Novia; Musdi, Edwin; Fauzan, Ahmad; Asmar, Ali
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.12386

Abstract

Kemampuan penalaran matematis sangat penting karena dapat membantu memecahkan masalah sehari-hari dan memahami materi matematika. Observasi awal yang dilakukan di SMPN 1 Mungka, SMPN 2 Guguak, dan SMPN 1 Akabiluru mengungkapkan bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik masih rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan permasalahan ini adalah belum tersedianya perangkat pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk mendukung pengembangan kemampuan penalaran matematis peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan modul ajar serta LKPD berbasis kearifan lokal Kota Payakumbuh guna meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas VII SMP. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model prump, yang terdiri dari tiga tahap yaitu investigasi awal, pengembangan, dan penilaian. Kualitas modul ajar dan LKPD dinilai berdasarkan tiga aspek utama yaitu validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan berbagai instrumen, seperti lembar observasi, lembar validasi, angket, pedoman wawancara, serta tes kemampuan untuk mengukur kemampuan penalaran matematis peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata validitas modul terbuka mencapai 0,87 dengan kategori sangat valid, sementara LKPD memperoleh rata-rata validitas 0,84 dengan kategori yang sama. Dari segi kepraktisan modul terbuka dan LKPD dengan kategori sangat praktis dengan skor masing-masing 92% dan 91%. Selain itu, perangkat pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan modul ajar dan LKPD. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul ajar dan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Kota Payakumbuh yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sebagai perangkat pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif.  
Assessing Public Preferences for Street Furniture Design in the Kayutangan Heritage Corridor, Malang: Toward Context-Sensitive Urban Revitalization Azizah, Novia; Santosa, Herry; Wulandari, Lisa Dwi
RUAS Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2026.024.01.11

Abstract

The design of street furniture in urban heritage corridors significantly influences the social and cultural design of its urban life. Kayutangan, a cultural heritage site in Malang city, has undergone several phases of revitalization. However, the suitability of street furniture elements and cultural heritage value remains a concern. This study aims to evaluate public preferences for street furniture elements in the Kayutangan corridor area. This study employs a descriptive quantitative method using a Likert scale questionnaire, involving 115 respondents. The data were analysed using mean scores, ANOVA, independent t-test samples, and multiple regression analysis. The research variables consist of: aesthetics, safety, comfort, accessibility, functionality, suitability, and the historical corridor area appeal. The result shows that the functionality variable becomes an important element of street furniture in assisting users' activity. Lamp design in heritage style is found to have historical regional characteristics, and the shelter does not reach acceptable user preferences. Multiple regression analysis shows that heritage character compatibility is the most important factor for people's preferences. This finding provides evidence-based guidelines for designing street furniture that is historically context-sensitive, thus facilitating the revitalization of urban areas.