Kemampuan penalaran matematis sangat penting karena dapat membantu memecahkan masalah sehari-hari dan memahami materi matematika. Observasi awal yang dilakukan di SMPN 1 Mungka, SMPN 2 Guguak, dan SMPN 1 Akabiluru mengungkapkan bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik masih rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan permasalahan ini adalah belum tersedianya perangkat pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk mendukung pengembangan kemampuan penalaran matematis peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan modul ajar serta LKPD berbasis kearifan lokal Kota Payakumbuh guna meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas VII SMP. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model prump, yang terdiri dari tiga tahap yaitu investigasi awal, pengembangan, dan penilaian. Kualitas modul ajar dan LKPD dinilai berdasarkan tiga aspek utama yaitu validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan berbagai instrumen, seperti lembar observasi, lembar validasi, angket, pedoman wawancara, serta tes kemampuan untuk mengukur kemampuan penalaran matematis peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata validitas modul terbuka mencapai 0,87 dengan kategori sangat valid, sementara LKPD memperoleh rata-rata validitas 0,84 dengan kategori yang sama. Dari segi kepraktisan modul terbuka dan LKPD dengan kategori sangat praktis dengan skor masing-masing 92% dan 91%. Selain itu, perangkat pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan modul ajar dan LKPD. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul ajar dan LKPD matematika berbasis kearifan lokal Kota Payakumbuh yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sebagai perangkat pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif.
Copyrights © 2026