Nasywa Alifa Dzikra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI PERILAKU DIGITAL HOARDING PADA MAHASISWA: STUDI KASUS KUALITATIF Primaditha Noorrizqyka Putri Hilmana; Mustika Mauliddiana Sardinawati; Nasywa Alifa Dzikra; Sandra Mutiara Sari; Muhamad Arif Saefudin; Gemala Nurendah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9097

Abstract

The rapid development of  technology and the increasing availability of storage space have encouraged individuals to accumulate large amounts of  data. In certain conditions, this practice develops into  hoarding behavior, defined as a tendency to excessively retain  files accompanied by difficulties in deleting them, even when they no longer have clear functional value. University students represent a group that is particularly vulnerable to this behavior due to the intensive use of  devices for both academic and personal activities. This study aims to explore the motives underlying  hoarding behavior among university students and to understand the psychological dynamics that shape this phenomenon. Using a qualitative approach with a case study design, this research involved four university students selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using qualitative coding procedures, including open coding, axial coding, and selective coding. The findings indicate that  hoarding behavior among students is driven by several key motives, including fear of losing  files, concerns about future file usefulness, the use of  files as a means of emotional regulation, and the emotional value attached to photos and videos. These behaviors are further reinforced by psychological barriers such as procrastination, mental fatigue in managing  files, emotional attachment, and delays in deletion. The coping strategies employed by participants in response to storage limitations tend to be avoidant, such as transferring files to other devices or deleting applications, which in turn contribute to reduced productivity, technical problems with devices, and psychological distress. Overall, this study highlights that  hoarding among university students is a complex and context-dependent psychosocial phenomenon. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan kemudahan akses terhadap ruang penyimpanan mendorong individu untuk menyimpan berbagai bentuk data  dalam jumlah besar. Dalam konteks tertentu, praktik ini berkembang menjadi perilaku hoarding, yaitu kecenderungan mengakumulasi file  secara berlebihan disertai kesulitan untuk menghapusnya meskipun tidak lagi memiliki nilai guna yang jelas. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku ini karena intensitas penggunaan perangkat   dalam aktivitas akademik maupun personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif perilaku  hoarding di kalangan mahasiswa serta memahami dinamika psikologis yang melatarbelakanginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah empat mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan pengkodean kualitatif, meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku  hoarding pada mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa motif utama, yaitu rasa takut kehilangan file  (fear of loss), kekhawatiran akan kebutuhan file di masa depan, fungsi file sebagai sarana regulasi emosi, serta nilai emosional yang melekat pada foto dan video. Perilaku tersebut diperkuat oleh hambatan psikologis berupa rasa malas, kelelahan mental dalam pengelolaan file, keterikatan emosional, dan kecenderungan menunda penghapusan. Strategi yang digunakan partisipan dalam menghadapi keterbatasan penyimpanan cenderung bersifat penghindaran, seperti memindahkan file ke perangkat lain atau menghapus aplikasi, yang berdampak pada penurunan produktivitas, masalah teknis perangkat, serta munculnya distress psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa hoarding pada mahasiswa merupakan fenomena psikososial yang kompleks dan kontekstual.