Distorsi komunikasi dalam promosi produk kecantikan di media sosial menjadi isu yang semakin relevan, khususnya terkait tuduhan overclaim produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi distorsi komunikasi overclaim produk Daviena Skincare di media sosial TikTok serta memahami proses pembentukan makna di ruang publik digital. Penelitian ini emnggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teori konstruksi sosial realitas sebagai landasan analisis. Data dikumpulkan melalui observasi konten, dokumentasi, dan analisis interaksi pengguna media sosial TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distorsi komunikasi terjadi melalui penyederhanaan pesan promosi, pergeseran makna kalim produk serta generalisasi berlebihan yang berkembang akibat interpretasi audiens, pengulangan narasi oleh pengguna lain, dan pengaruh algoritma media sosial dalam memperluas penyebaran informasi. Tuduhan overclaim tidak hanya dipengaruhi oleh pesan promosi dari pihak brand, tetapi juga oleh proses eksternalisasi, objektivikasi, dan internalisasi dalam interaksi sosial pengguna media sosial. Selain itu, respon komunikasi yang dilakukan oleh Daviena Skincare belum sepenuhnya mampu mereduksi distorsi komunikasi yang telah terbentuk karena kuatnya realitas sosial yang berkembang di kalangan audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa distorsi komunikasi promosi Daviena Skincare di TikTok terbentuk melalui konstruksi sosial yang berkembang di kalangan audiens Penelitian ini menyimpulkan bahwa distorsi komunikasi promosi Daviena Skincare di TikTok terbentuk melalui konstruksi sosial yang melibatkan brand dan audiens, menghasilkan penyederhanan pesan, pergeseran makna, serta generalisasi berlebihan yang diperkuat oleh klarifikasi brans sehingga diperlukan strategi komunikasi yang memahami konstruksi makna audiens.