Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Minat Baca Pengunjung dari Konvensional ke Digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Yosina, Maria; Retu , Markus Kristian; Sedu , Viktor Ariestyan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat baca pengunjung dari konvensional ke digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Perubahan teknologi informasi telah mendorong transformasi perpustakaan dari layanan berbasis koleksi cetak menuju layanan digital, yang berdampak pada pola perilaku membaca masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas pengunjung perpustakaan, pustakawan, dan pengelola perpustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca pengunjung masih didominasi oleh penggunaan bahan bacaan konvensional, khususnya buku cetak, namun mulai mengalami pergeseran ke arah digital, terutama di kalangan pengguna yang memiliki literasi digital yang baik. Peralihan minat baca dari konvensional ke digital terjadi secara bertahap dan bersifat komplementer, di mana pengunjung mengombinasikan penggunaan sumber bacaan cetak dan digital sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang memengaruhi peralihan minat baca meliputi ketersediaan fasilitas teknologi, tingkat literasi digital, kebiasaan membaca, faktor sosial-budaya, serta kualitas layanan perpustakaan. Transformasi digital perpustakaan memberikan dampak positif terhadap akses informasi, tetapi belum sepenuhnya meningkatkan intensitas membaca pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat baca pengunjung berada dalam fase transisi dari konvensional ke digital yang tidak bersifat menggantikan, melainkan saling melengkapi. Oleh karena itu, pengembangan model perpustakaan hibrida, penguatan literasi digital, dan strategi komunikasi perpustakaan yang efektif menjadi penting untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Representasi Maskulinitas dalam Visual Berita: Analisis Komponen Visual pada Liputan Khusus ”7 Pandai Besi Terakhir Habipiret Sikka” di Kanal Youtube Tribunflores Kedoh, Lodowik Nikodemus; Sedu , Viktor Ariestyan; Feri, Anselmus Nong
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas dalam visual berita melalui penerapan komponen visual sinematografi pada video liputan khusus “7 Pandai Besi Terakhir Habipiret Sikka” di kanal YouTube Tribun Flores. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana elemen visual, seperti sudut pengambilan gambar, ukuran shot, framing, komposisi, serta kesinambungan visual, digunakan untuk membangun makna maskulinitas dalam konteks jurnalisme digital media lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi visual terhadap rangkaian frame video liputan khusus, analisis dokumentasi, serta wawancara pendukung dengan jurnalis dan kru produksi untuk memahami pertimbangan editorial dan teknis dalam proses visualisasi berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual berita tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap informasi, tetapi berperan aktif dalam mengonstruksi citra maskulinitas melalui representasi tubuh, aktivitas kerja, ekspresi, dan relasi subjek dengan ruang sosialnya. Komponen visual sinematografi secara konsisten menampilkan nilai-nilai maskulinitas seperti kekuatan fisik, ketangguhan, ketekunan, tanggung jawab, dan peran produktif laki-laki dalam mempertahankan tradisi dan ekonomi keluarga. Dengan demikian, visual liputan khusus di kanal YouTube Tribun Flores berfungsi sebagai media komunikasi visual yang strategis dalam membentuk makna sosial dan budaya maskulinitas dalam praktik jurnalisme digital.