Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran generasi muda dalam pembuatan kain tenun, proses pembuatan kain tenun dan keterlibatan generasi muda dalam membentuk civic culture melalui pembuatan kain tenun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda sangat berperan penting dalam pembuatan kain tenun yang merupakan peninggalan zaman nenek moyang dan harus dilestarikan. Selain itu peran generasi muda sangat penting untuk mewarisi tradisi seperti pembuatan kain tenun, mengembangkan desain motif tenun, mempromosikan kain tenun melalui media sosial. Adapun beberapa alat yang dipelukan dalam Proses pembuatan kain tenun yaitu:(daun sirih, pinang, tuak yang merupakan sesaji yang digunakan untuk diselipkan pada bagian ujung alat tenun), benang, tangga ubong, kayu kecil, lidi bambu, alat pengikat, pemintal benang, ripang dan kepuak yang digunakan untuk mengikat alat tenun. Sesudah menyiapkan bahan dan alat maka selanjutnya yaitu proses pencetakan kain tenun dengan membentang benang pada alat tenun yang memiliki ukuran lebar dan panjang, dan memberikan motif pada kain tenun. Keterlibatan generasi muda dalam membentuk civic culture melalui pembuatan kain tenun memajukan kebudayaannya sendiri dan memberikan ide-ide untuk membuat desain terbaru dalam motif tenun. keterlibatan generasi muda dalam pengembangan identitas budaya yaitu dengan pelestarian tradisi kain tenun. Kata Kunci: Generasi muda, kain tenun, civic culture