Bunari Bunari
Riau University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasikan Peran Mahasiswa Dalam Pencegahan Stunting Melalui Inovatif Makanan Sehat Gimbab Isi Sayuran Dan Telur Bunari Bunari; Gilang Arihta; Imelda Purnama; Indah Yuliza; Nurvitasari Nurvitasari; Jones Angga; Puthi Nadia; Fitri Salsabila R; Salsabila Ramadhani; Mifthaurriadh El Ihsani; Budi Gunawan
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v1i4.510

Abstract

Real work lectures are a synergistic learning program as a form of student service to society. The real work lecture raised the theme of stunting prevention. One of the real work college programs carried out is making innovative food that is healthy and easy for all ages, especially toddlers, to enjoy. An innovative food with basic ingredients of rice, vegetables and eggs is kimbap. Stunting prevention outreach and demonstrations were carried out once at the Village Pendopo targeting toddlers and mothers. The result of this activity is the formation of local kimbap products that toddlers like.
PERANAN TENGKU SAID NOERDIN DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI PELALAWAN (1945-1950) Viola Enjela Sofindra; Bunari Bunari; Asyrul Fikri
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4071

Abstract

Abstrak: Tengku Said Noerdin merupakan salah satu tokoh di bidang militer yang bertugas dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Pelalawan (1945-1950). Tengku Said Noerdin lahir di Pelalawan pada tanggal 10 Agustus 1921 dari orang tua yang bernama Tengku Said Oesman dan Tengku Syarifah Khatijah. Tengku Said Noerdin adalah anak kedua dari enam bersaudara yang memiliki peran dalam mempertahankan kemerdekaan di Pelalawan (1945-1950). Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui latar belakang kehidupan Tengku Said Noerdin, (2) untuk mengetahui peranan Tengku Said Noerdin dalam mempertahankan kemerdekaan di Pelalawan (1945-1950), (3) untuk mengetahui akhir perjuangan Tengku Said Noerdin dalam mempertahankan kemerdekaan di Pelalawan (1945-1950). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan 4 komponen analisis yaitu penyusunan data, klasifikasi data, pengelolahan data, dan menganalisis serta menyimpulkan hasilnya. Hasil dari penelitian ini adalah peranan Tengku Said Noerdin dalam mempertahankan kemerdekaan di Pelalawan yang pada awalnya hanya anak keturunan raja kerajaan Pelalawan yang bercita cita untuk menjadi seorang tentara dan akhirnya bisa menjadi kurir informasi untuk kemerdekaan Indonesia   ke Pelalawaan menuntunnya untuk menjadi Tentara Keamanan Rakyat atau TKR hingga ditunjuk oleh Hasan Basri untuk mengikuti sekolah di Resimen IV setelah Tengku Said Noerdin Menyelesaikan sekolahnya di Resimen IV Tengku Said Noerdin pun dipercaya untuk memegang kompi KPG IV Pelalawan sebagai Komandan Sektor pada saat itu. Pada 1 September 1977 Tengku Said Noerdin resmi diberikan hak pensiunnya beliau juga bergabung sebagai anggota Dewan Paripurna Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia.
Tragedi Di Mempusun: Perang Antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan (1806-1811) Ida Wahyuni; Bunari Bunari; Asril Asril
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4169

Abstract

Berdirinya Kerajaan-kerajaan Melayu di Riau, membuat kerajaan-kerajaan tersebut memperluas daerah kekuasaannya dengan cara menaklukkan kerajaan lainnya. Sama halnya seperti Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan. Perang antara dua kerajaan ini terjadi di Pelalawan yakni di Mempusun. Dalam penelitian ini membahas mengenai: (1) Latar belakang penyebab terjadinya perang antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan serta Pemerintahan Kerajaan Siak pada masa Sultan Syarif Ali; (2) jalannya perang antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan 1806-1811; (3)   akhir dan dampak dari perang antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah, yang mana metode sejarah mempunyai 4 tahap, yakni: (1) Heuristik; (2) Kritik sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perang yang terjadi dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan mengenai bagian wilayah kekuasaan, dan kukuh nya dalam mempertahankan pendapat masing-masing. Terdapat dua kali penyerangan dalam perang ini. Kemenangan berada pada Kerajaan Siak, dan perang pun selesai, setelah naiknya Sayed Abdurrahman menjadi Raja di Kerajaan Pelalawan, Sayed Abdurrahman mengeluarkan maklumat yang mengarah pada perdamaian. Sayed Abdurrahman meminta Mantan Raja Pelalawan yakni Maharaja Lela Putra untuk kembali ke Pelalawan untuk dijadikan Orang Besar Kerajaan serta dijamin keselamatannya,   dan akhir dari perang tersebut ialah berdamai dan mengikat persaudaraan Begito yakni persaudaraan dunia akhirat.