ABSTRACT The strengthening of cultural literacy in the educational environment is an effort to develop students’ character to be culturally aware, ethical, and tolerant amid the growing influence of globalization. Schools play a strategic role in integrating cultural values into various educational activities so that these values are not only theoretical but also internalized in students’ daily behavior. This study aims to describe the implementation of cultural literacy in the Sabtu Budaya and Pagelaran Seni (SABDAGENI) Program at SMPN 6 Mataram, identify the challenges and obstacles in its implementation, and analyze its impact on students. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include the principal, vice principals, teachers, school staff, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation of cultural literacy through the SABDAGENI Program is carried out continuously and integrated into school activities with cultural nuances. The program receives support from various stakeholders within the school and involves active participation from students in forming habits and behaviors that reflect cultural values. However, its implementation still faces several challenges, particularly related to limited facilities and supporting resources. Nevertheless, the program has a positive impact on improving students’ understanding and internalization of cultural values, which is reflected in the development of culturally aware and tolerant character as well as the creation of a conducive and inclusive school environment. ABSTRAK Penguatan literasi nilai budaya di lingkungan pendidikan merupakan upaya untuk membentuk karakter peserta didik yang berbudaya, beretika, dan memiliki sikap toleran di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Sekolah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam berbagai aktivitas pendidikan sehingga tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diinternalisasikan dalam perilaku sehari-hari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi literasi nilai budaya pada Program Sabtu Budaya dan Pagelaran Seni (SABDAGENI) di SMPN 6 Mataram, mengidentifikasi tantangan dan hambatan pelaksanaannya, serta menganalisis dampak program tersebut terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf sekolah, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi nilai budaya melalui Program SABDAGENI dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan sekolah yang bernuansa budaya. Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan sekolah serta melibatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembentukan kebiasaan dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai budaya. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya pendukung. Meskipun demikian, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai budaya pada diri peserta didik, yang tercermin dalam terbentuknya karakter yang lebih berbudaya, toleran, serta terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan inklusif.