Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBACA ULANG PERADABAN ISLAM ABAD PERTENGAHAN: PENDEKATAN SEJARAH SOSIAL Ilahi, Engra Ramadhan; Nelmawarni; Efendi; Kholidah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membaca ulang peradaban Islam abad pertengahan melalui pendekatan sejarah sosial dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pembentukan dan transformasi peradaban. Kajian ini berangkat dari kritik terhadap historiografi konvensional yang cenderung menekankan peran elite politik dan intelektual, sehingga mengabaikan dinamika sosial yang menopang keberlanjutan peradaban Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif historis-sosial dengan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan analisis dokumen historis, meliputi sumber primer dan sekunder yang relevan dengan konteks Abbasiyah. Data dianalisis menggunakan analisis naratif dan analisis isi historis untuk mengungkap struktur sosial, relasi antarkelompok, serta praktik kehidupan sosial masyarakat Muslim abad pertengahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peradaban Islam abad pertengahan ditopang oleh struktur sosial yang relatif terbuka, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan sebagai modal sosial, serta keberadaan institusi intelektual seperti Bait al-Hikmah yang berfungsi sebagai ruang sosial dan simbol peradaban. Ilmu pengetahuan tidak dipahami sebagai aktivitas individual, melainkan sebagai praktik sosial kolektif yang terintegrasi dengan kekuasaan, ekonomi, dan budaya. Temuan ini menegaskan bahwa kemajuan peradaban Islam merupakan hasil dari proses sosial yang kompleks dan berlapis, bukan semata-mata akibat kejayaan politik atau tokoh besar. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian peradaban Islam melalui penguatan pendekatan sejarah sosial. Secara praktis, hasil penelitian ini relevan untuk pengembangan pendidikan sejarah Islam yang lebih kritis dan kontekstual, serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait dinamika sosial kelompok non-elite dalam sejarah Islam.