Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jejak Islam Di Korea Selatan: Sejarah Panjang, Dakwah, Dan Perkembangan Masyarakat Muslim muhammad Alhuzaini, Muhammad; Nelmawarni; Erman
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam pertama kali diperkenalkan ke Semenanjung Korea pada abad pertengahan, sekitar abad ke-9, melalui pendekatan budaya dari pada sebagai agama. Setelah berabad-abad, Islam kembali muncul di Korea Selatan pada abad ke-20 melalui kedatangan imigran dan aktivitas dakwah yang bertahan melalui masa perang. Keberadaan Islam di Korea Selatan saat ini mencerminkan perkembangan positif melalui pendidikan, aktivitas dakwah, dan penciptaan komunitas Muslim yang semakin berkembang. Pendidikan agama Islam ditekankan melalui sekolah-sekolah khusus dan upaya penyediaan kurikulum Islam di negara ini. Aktivitas dakwah dilakukan melalui media online, seminar, dan publikasi yang menyampaikan pemahaman Islam secara umum. Organisasi seperti Korean Muslim Federation (KMF) memainkan peran kunci dalam pengembangan Islam di Korea Selatan, termasuk pengiriman pelajar ke negara-negara Muslim dan menyelenggarakan berbagai kegiatan dakwah. Meskipun Muslim merupakan minoritas, keberadaan mereka memberikan dampak positif pada sektor pendidikan, hubungan diplomatik, dan ekonomi Korea Selatan. Dengan berkembangnya jumlah Muslim, kebutuhan akan fasilitas ibadah seperti masjid juga semakin terasa, dan masjid pertama di Itaewon menjadi pusat untuk aktivitas keagamaan dan dakwah di Korea Selatan
MEMBACA ULANG PERADABAN ISLAM ABAD PERTENGAHAN: PENDEKATAN SEJARAH SOSIAL Ilahi, Engra Ramadhan; Nelmawarni; Efendi; Kholidah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membaca ulang peradaban Islam abad pertengahan melalui pendekatan sejarah sosial dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pembentukan dan transformasi peradaban. Kajian ini berangkat dari kritik terhadap historiografi konvensional yang cenderung menekankan peran elite politik dan intelektual, sehingga mengabaikan dinamika sosial yang menopang keberlanjutan peradaban Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif historis-sosial dengan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan analisis dokumen historis, meliputi sumber primer dan sekunder yang relevan dengan konteks Abbasiyah. Data dianalisis menggunakan analisis naratif dan analisis isi historis untuk mengungkap struktur sosial, relasi antarkelompok, serta praktik kehidupan sosial masyarakat Muslim abad pertengahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peradaban Islam abad pertengahan ditopang oleh struktur sosial yang relatif terbuka, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan sebagai modal sosial, serta keberadaan institusi intelektual seperti Bait al-Hikmah yang berfungsi sebagai ruang sosial dan simbol peradaban. Ilmu pengetahuan tidak dipahami sebagai aktivitas individual, melainkan sebagai praktik sosial kolektif yang terintegrasi dengan kekuasaan, ekonomi, dan budaya. Temuan ini menegaskan bahwa kemajuan peradaban Islam merupakan hasil dari proses sosial yang kompleks dan berlapis, bukan semata-mata akibat kejayaan politik atau tokoh besar. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian peradaban Islam melalui penguatan pendekatan sejarah sosial. Secara praktis, hasil penelitian ini relevan untuk pengembangan pendidikan sejarah Islam yang lebih kritis dan kontekstual, serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait dinamika sosial kelompok non-elite dalam sejarah Islam.
Dinamika Sejarah dan Kebudayaan Islam di Zaman Modern: Transformasi Tradisi Menuju Identitas Muslim Kontemporer Della Sakinah Simamora; Nelmawarni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.3881

Abstract

Perkembangan Islam di era modern menunjukkan adanya dinamika historis dan kultural yang kompleks, ditandai oleh pergeseran nilai, praktik keagamaan, serta pola interaksi sosial umat Muslim. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tradisi Islam dalam konteks modernitas serta bagaimana perubahan tersebut berkontribusi pada pembentukan identitas Muslim kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji sumber-sumber historis, karya akademik modern, dan fenomena sosial keagamaan yang muncul pada abad ke-20 hingga abad ke-21. Hasil analisis menunjukkan bahwa modernitas telah mendorong proses adaptasi budaya Islam, mulai dari reformasi pemikiran, pembaruan praktik ibadah, hingga munculnya ekspresi keagamaan baru di ruang publik dan digital. Transformasi ini tidak hanya menegaskan fleksibilitas Islam dalam merespons perubahan zaman, tetapi juga membentuk identitas Muslim yang lebih beragam, inklusif, dan dinamis. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman mengenai hubungan antara sejarah, kebudayaan, dan modernitas dalam perkembangan masyarakat Muslim global serta membuka ruang bagi penelitian lanjutan mengenai praktik budaya Islam di era digital dan post-modern.