Rakesh Paul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan AI dan Hasil Analisis Swot untuk Perancangan Program Pengembangan Profesi Bagi Guru Vokasi di Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya Kwartama, Agung; Rakesh Paul; Dorcas Folasade Oyebode; Abdal Ahmed
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Pengembangan profesional guru maritim merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjaga keterkaitan yang erat antara pendidikan vokasi dan industri maritim yang terus mengalami perubahan. Namun demikian, program pengembangan profesional (professional development/PD) yang ada cenderung bersifat umum dan sering kali tidak relevan dengan kebutuhan pengembangan nyata para guru. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program pengembangan profesional berbasis data bagi guru vokasi maritim dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran berurutan eksplanatori (sequential explanatory mixed-methods), yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada guru dan taruna, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, manajemen institusi, serta perwakilan industri, yang dilengkapi dengan observasi pembelajaran di kelas. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode dengan cara memverifikasi temuan yang diperoleh dari kuesioner, wawancara, dan observasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pemodelan provocado struktural, sementara data kualitatif dianalisis melalui analisis tematik yang didukung oleh pemanfaatan alat berbasis kecerdasan buatan, seperti analisis sentimen dan pengelompokan teks (text clustering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT efektif dalam mengidentifikasi dan menyaring aspek-aspek yang bernilai tambah (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) dalam konteks pengembangan profesional. Namun demikian, kecerdasan buatan memberikan kontribusi tambahan yang signifikan dalam hal pemeringkatan prioritas dan personalisasi kebutuhan pengembangan. Integrasi antara AI dan analisis SWOT menghasilkan rancangan program pengembangan profesional guru yang adaptif, berbasis bukti, fleksibel secara kelembagaan, selaras dengan kebutuhan industri, serta mampu mendukung keberlanjutan pemeliharaan kompetensi profesional guru vokasi maritim.   Abstract The maritime teachers' professional development is a key factor in enhancing the quality of instruction and maintaining a close connection between vocational education and an ever-changing maritime industry. But those PD programs are generic and often not at all related to teachers’ real areas for need of development. The Purpose of the Study This study designs a data-driven professional development program for maritime vocational teachers by leveraging AI and SWOT analysis. The study was a sequential explanatory mixed method research using both quantitative and qualitative data. This data was gathered using questionnaires administered to both the teachers and the cadets, while qualitative data was collected through semi-structured interviews with added with teachers, the institution management and industry representatives as well as in-classroom observations. Source and method triangulation were used to achieve data validity by verifying findings from questionnaires, interviews and observations. The quantitative data were analysed by means of descriptive statistics and structural modelling, while the qualitative data were interpreted through thematic analysis complemented with AI-based tools such as sentiment analysis and text clustering. The findings show that SWOT 's strength is to weed out the value adding (S, W, O and T) of the context but AC further supplements on prioritization and personalization of development need. AI and SWOT analysis have been integrated so that the result is an adaptable, evidence-based design for teacher professional development program which is institutionally flexible and industry-appropriate, as well as being able to sustain maintenance of maritime VET teachers’ professional competencies.
Peran Keselamatan (K3), IoT, Brand Image, Lingkungan Kerja, Dan Kemudahan Akses Dalam Meningkatkan Layanan Pelanggan Melalui Efisiensi Operasional Pada Perusahaan Transportasi Laut Di PT Jati Express Jakarta Kwartama, Agung; Agung Kwartama, Agung Kwartama; Rakesh Paul; Dorcas Folasade Oyebode; Sri Langgeng Ratnasari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 4: Agustus 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.134

Abstract

Industri transportasi laut membutuhkan integrasi antara kapabilitas internal dan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Internet of Things (IoT), citra merek, dan lingkungan kerja terhadap peningkatan layanan logistik maritim, dengan mengevaluasi efisiensi biaya dan kemudahan akses sebagai mediator pada PT Jati Express Jakarta. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan melibatkan 150 responden pelanggan Business-to-Business (B2B). Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model memiliki daya penjelas yang kuat, dibuktikan dengan nilai  pada variabel Peningkatan Layanan sebesar 0,874. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa K3 dan IoT berpengaruh signifikan dalam meningkatkan efisiensi biaya. IoT juga mendominasi pembentukan citra merek, penataan lingkungan kerja, dan penyediaan kemudahan akses. Berlawanan dengan ekspektasi awal, pengaruh K3 terhadap kemudahan akses tidak terbukti signifikan (). Selain itu, citra merek korporat yang tinggi justru berkorelasi negatif terhadap stabilitas lingkungan kerja internal akibat tingginya beban ekspektasi pasar. Efisiensi biaya terbukti memediasi pengaruh K3 dan IoT terhadap peningkatan layanan, sementara kemudahan akses secara efektif memediasi pengaruh lingkungan kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi efisiensi biaya dan kemudahan akses sebagai mekanisme ganda yang mentransmisikan kapabilitas operasional menjadi nilai layanan nyata bagi pelanggan.   Abstract The maritime transportation industry requires the integration of internal capabilities and technology to enhance service quality. This study aims to analyze the effect of Occupational Health and Safety (OHS), the Internet of Things (IoT), brand image, and work environment on the improvement of maritime logistics services, by evaluating cost efficiency and ease of access as mediators at PT Jati Express Jakarta. An explanatory quantitative approach was utilized, involving 150 Business-to-Business (B2B) customer respondents. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The test results indicate that the model has strong explanatory power, evidenced by a value of 0.874 for the Service Improvement variable. Empirical findings confirm that OHS and IoT have a significant effect on improving cost efficiency. IoT also dominates the formation of brand image, the structuring of the work environment, and the provision of ease of access. Contrary to initial expectations, the effect of OHS on ease of access was not proven to be significant (). Furthermore, a high corporate brand image actually correlates negatively with internal work environment stability due to the high burden of market expectations. Cost efficiency is proven to mediate the effect of OHS and IoT on service improvement, while ease of access effectively mediates the effect of the work environment. The novelty of this research lies in the formulation of cost efficiency and ease of access as dual mechanisms that transmit operational capabilities into tangible service value for customers.