Hartono, Rafi Putra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Habitus Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2024 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam Dinamika Interaksi Sosial Pembelajaran Luring Kelas Gabungan Hartono, Rafi Putra; Setiawan, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3127

Abstract

Penelitian ini mengkaji habitus akademik mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2024 dalam konteks pembelajaran luring kelas gabungan. Ruang kelas perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang pedagogis, tetapi juga sebagai arena sosial tempat bertemunya berbagai disposisi, nilai, dan budaya belajar. Menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu (habitus, field, dan capital), penelitian kualitatif ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa membangun, menegosiasikan, dan memaknai praktik akademik dalam kelas gabungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 30 mahasiswa dari kelas A, B, dan C di Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan thematic analysis melalui proses pengkodean (coding) secara induktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan habitus akademik yang jelas: kelas A bercirikan kompetitif dan berorientasi kinerja, kelas B adaptif dan situasional, serta kelas C pragmatis dan berorientasi kenyamanan. Kelas gabungan berfungsi sebagai field sosial yang mengubah relasi kuasa simbolik, mendistribusikan ulang modal akademik, serta memunculkan tekanan simbolik dan motivasi baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelas gabungan merupakan arena sosial yang kompleks, tempat identitas akademik mahasiswa direproduksi sekaligus dinegosiasikan