Penelitian ini mengkaji habitus akademik mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2024 dalam konteks pembelajaran luring kelas gabungan. Ruang kelas perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang pedagogis, tetapi juga sebagai arena sosial tempat bertemunya berbagai disposisi, nilai, dan budaya belajar. Menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu (habitus, field, dan capital), penelitian kualitatif ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa membangun, menegosiasikan, dan memaknai praktik akademik dalam kelas gabungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 30 mahasiswa dari kelas A, B, dan C di Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan thematic analysis melalui proses pengkodean (coding) secara induktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan habitus akademik yang jelas: kelas A bercirikan kompetitif dan berorientasi kinerja, kelas B adaptif dan situasional, serta kelas C pragmatis dan berorientasi kenyamanan. Kelas gabungan berfungsi sebagai field sosial yang mengubah relasi kuasa simbolik, mendistribusikan ulang modal akademik, serta memunculkan tekanan simbolik dan motivasi baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelas gabungan merupakan arena sosial yang kompleks, tempat identitas akademik mahasiswa direproduksi sekaligus dinegosiasikan
Copyrights © 2026