ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a nutritional problem that has serious impacts on maternal and fetal health and significantly increases the risk of Low Birth Weight (LBW). This study aimed to determine the effect of CED in pregnant women on the incidence of LBW in Tabanan, Bali. A retrospective cohort design was used, involving 317 postpartum mothers from January 2024 to January 2025, conducted in July–August 2025. Data were obtained from maternal and child health (MCH) books recorded in extraction forms, then analyzed using chi-square tests and logistic regression. Pregnant women with CED had an LBW incidence of 13.8% compared to 3.5% among those without CED. The Chi-Square test showed a significant association between CED and maternal education with LBW incidence. Binary logistic regression analysis confirmed these findings, showing a significant result for CED status (p=0.025; RR=4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Meanwhile, other variables such as anemia status, maternal age, gestational age, occupation, parity, birth spacing, and ANC visit status did not show significant effects. CED in pregnant women was identified as the most influential factor for LBW, with a fourfold increased risk. Maternal and Child Health programs need to be optimized and ensured in all community health centers, including continuous distribution of supplementary feeding and iron-folic acid tablets through community health volunteers, focusing on improving maternal nutritional status through nutrition monitoring, balanced diet education, and regular ANC visits tailored to maternal education levels. Keywords: CED In Pregnant Women, LBW, Maternal Nutrition, Maternal and Child Health. ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, serta secara signifikan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KEK pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR di wilayah Tabanan Bali. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif melibatkan 317 ibu post partum rentang waktu Januari 2024-Januari 2025 yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2025. Data diperoleh dari buku KIA yang ditulis dalam formulir ekstraksi data, kemudian dianalisis dengan uji chi square test dan regresi logistik. Ibu hamil dengan KEK memiliki kejadian BBLR sebesar 13.8% dibandingkan ibu hamil tanpa KEK sebesar 3.5%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara KEK dan pendidikan terhadap kejadian BBLR. Analisis regresi logistik biner memperkuat temuan tersebut dengan hasil signifikan pada status KEK (p=0.025; RR= 4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Sementara itu, variable lain seperti status anemia, usia ibu, usia kehamilan, pekerjaan, paritas, jarak kehamilan dan status kunjungan ANC tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. KEK pada ibu hamil merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan risiko empat kali lebih besar. Program KIA perlu dioptimalkan dan dipastikan pelaksanaannya di seluruh puskesmas, termasuk distribusi PMT dan TTD secara berkesinambungan melalui kader posyandu di setiap wilayah dengan fokus pada perbaikan status gizi ibu hamil melalui pemantauan gizi, edukasi gizi seimbang, serta kunjungan ANC teratur yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu. Kata Kunci: KEK Pada Ibu Hamil, BBLR, Gizi Ibu Hamil, Kesehatan Ibu Dan Anak.