p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Gilang Al Qarana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR PREDIKTOR KETERCAPAIAN TARGET TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAKTI KARTINI BEKASI PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2024 Leonov Rianto; Marta Halim; Gilang Al Qarana; Aripin
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak terkontrol dengan baik. Pencapaian target tekanan darah pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor prediktor seperti usia, jenis kelamin, durasi hipertensi, penyakit penyerta, dan regimen terapi. Mengetahui hubungan antara faktor prediktor dengan ketercapaian target tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Bhakti Kartini Bekasi periode Oktober–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan data sekunder dari rekam medis. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 110 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pada bulan Oktober terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan ketercapaian target tekanan darah (p=0,039 OR=0,441). Pada bulan Desember, durasi hipertensi (p=0,008 OR=2,877) dan regimen terapi (p = 0,012 OR = 0,370) menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap ketercapaian target tekanan darah. Faktor jenis kelamin, durasi hipertensi, dan regimen terapi berhubungan signifikan dengan ketercapaian target tekanan darah pada waktu tertentu.
IDENTIFIKASI MEDICATION ERROR PADA PERESEPAN MANUAL DAN E-RESEP FASE PRESCRIBING DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2024 Yanthy Susanti; Doni Iswandani; Gilang Al Qarana; Siti Aisyah; Eman Suherman
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 1 APRIL TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medication Error merupakan salah satu masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat berdampak negatif terhadap keselamatan pasien. Medication  Error dapat terjadi pada 4 fase, yaitu kesalahan peresepan (prescribing error), kesalahan penerjemahan resep (transcribing  error),  kesalahan  menyiapkan  dan meracik  obat  (dispensing  error),  dan  kesalahan penyerahan  obat  kepada  pasien  (administration error). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian Medication Error pada Peresepan Manual dan E-Resep Fase Prescribing di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resep manual dan e-resep dari ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober – Desember 2024. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, terdiri dari 118 resep manual dan 274 e-resep. Data dianalisis berdasarkan 11 parameter identifikasi Medication Error fase prescribing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kejadian Medication Error pada resep manual sebanyak 219 kasus, dengan jenis kesalahan tertinggi yaitu tidak dicantumkannya berat badan pasien (53,9%). Sedangkan pada e-resep ditemukan 75 kasus, didominasi oleh tidak dicantumkannya SIP dokter (65,3%) dan aturan pakai yang tidak jelas (34,7%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase kejadian Medication Error fase Prescribing di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober-Desember 2024 pada resep manual tertinggi yaitu tidak ada berat badan (53,9%) sedangkan pada e-resep tidak ada SIP dokter (65,3%).