Medication Error merupakan salah satu masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat berdampak negatif terhadap keselamatan pasien. Medication Error dapat terjadi pada 4 fase, yaitu kesalahan peresepan (prescribing error), kesalahan penerjemahan resep (transcribing error), kesalahan menyiapkan dan meracik obat (dispensing error), dan kesalahan penyerahan obat kepada pasien (administration error). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian Medication Error pada Peresepan Manual dan E-Resep Fase Prescribing di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resep manual dan e-resep dari ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober – Desember 2024. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, terdiri dari 118 resep manual dan 274 e-resep. Data dianalisis berdasarkan 11 parameter identifikasi Medication Error fase prescribing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kejadian Medication Error pada resep manual sebanyak 219 kasus, dengan jenis kesalahan tertinggi yaitu tidak dicantumkannya berat badan pasien (53,9%). Sedangkan pada e-resep ditemukan 75 kasus, didominasi oleh tidak dicantumkannya SIP dokter (65,3%) dan aturan pakai yang tidak jelas (34,7%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase kejadian Medication Error fase Prescribing di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSPAD Gatot Soebroto periode Oktober-Desember 2024 pada resep manual tertinggi yaitu tidak ada berat badan (53,9%) sedangkan pada e-resep tidak ada SIP dokter (65,3%).
Copyrights © 2026