This Author published in this journals
All Journal JESASI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN KOMUNITAS SEKOLAH BERBASIS INTERCULTURAL COMMUNICATION DI ANUBAN MUSLIM KRABI SCHOOL THAILAND: School Community Assistance Based on Intercultural Communication at Anuban Muslim Krabi School, Thailand Dg Pageso, Muhammad Mansyur; Sutrisno K. Djawa; Armin Haluti; Hardianti; Yusniati N. Sabata
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.35

Abstract

Artikel pengabdian ini menggambarkan praktik pendampingan komunitas sekolah dalam konteks lintas negara sebagai ruang pembelajaran bahasa sekaligus interaksi budaya, khususnya pada lingkungan sekolah dasar Muslim di Thailand yang memiliki latar bahasa dan kebiasaan sosial berbeda dengan mahasiswa Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan Bahasa Indonesia kepada siswa sekolah dasar di Anuban Muslim Krabi School melalui pendekatan komunikasi antarbudaya (intercultural communication) dengan memanfaatkan media lagu anak-anak Indonesia. Pendekatan intercultural communication diterapkan sebagai strategi untuk menjembatani perbedaan bahasa, nilai, dan kebiasaan antara mahasiswa KKN dan siswa Thailand. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, perkenalan berbasis komunikasi nonverbal dan adaptasi budaya, pembelajaran interaktif, serta kompetisi sederhana untuk meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa Anuban Muslim Krabi School menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran, mampu menirukan kosakata Bahasa Indonesia melalui lagu, serta memahami perintah sederhana yang diberikan. Dengan demikian, pendekatan pendampingan berbasis intercultural communication berpotensi diterapkan kembali sebagai kerangka operasional kegiatan pengabdian internasional pada pendidikan dasar, khususnya di sekolah multikultural, karena mampu mengintegrasikan tujuan pembelajaran bahasa, penguatan karakter toleransi, dan pengembangan kompetensi global peserta didik secara simultan.