Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect of Mother Tongue toward English Pronunciation Yusniati N Sabata; Depran Liise; ST. Marhana Rullu; Desriani Nggolaon; Nurhaida Lakuana
Applied Research on English Education (AREE) Vol 1, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to describe the differences between English and students’ transcriptions and factors affecting English pronunciation. The researcher used a qualitative research method in this research which consisted of five students of English Education Study Program of Muhammadiyah Luwuk who were from Banggainese as the subjects. In collecting data, the researcher used the interview as an instrument. The findings of this research showed there are some differences between English and students’ transcriptions, i.e. there are mispronunciations. One of the causes is the effect of the mother tongue. Additionally, the researcher also found that there are four factors affecting English pronunciation, they are: age, the first, language, the learners’ motivation and attitude, and the teachers’ instruction in the target language.
Behind the Charm of Billboards: An Analysis of Social Semiotics of the Propaganda Language of the 2024 Kendari Mayoral Candidates Rahmawati, rahmawati; Muhammad Hasyim; Yusniati N. Sabata; Andi Muh Ruum Sya’baan; Sulfiah
BABASAL English Education Journal Vol. 5 No. 2 (2024): -
Publisher : English Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/beej.v5i2.3305

Abstract

This study aims to unveil the charm behind the political campaign billboards for the 2024 Kendari Mayor candidate that use propaganda language through social semiotics analysis. The data used in this study are two billboards from candidates for Mayor in Kendari City in 2024 who have the highest electability survey results or candidates who are popular in the people of Kendari City. This study used a qualitative approach to analyze written text and visual text on billboards. The results showed that the two billboards analyzed had similarities in using propaganda language, such as logos, slogans, background colors, and the color of candidates' clothes. This research shows that the object of billboard participants is used to attract the attention of the audience and that the propaganda language in billboards moves through various elements such as logos, slogans, photo techniques, color composition, image arrangement, background color, and color of the candidate's clothing.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KOSAKATA BAHASA INDONESIA DI KALANGAN GENERASI MUDA: SEBUAH STUDI LITERATUR Moh. Anugrah Pakaya; Yusniati N. Sabata; Ita Rosvita; Sitti Hardianti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2506

Abstract

Social media has become a massive communication space for young people, significantly influencing the development of Indonesian vocabulary. This study examines the impact of social media on Indonesian vocabulary, particularly the rise of slang, loanwords, and the decline of standard language use. Using a literature review method, this research analyzed scholarly articles, books, and official documents relevant to the topic. The findings show that social media accelerates the spread of new vocabulary, both slang and borrowed words, which on one hand reflects the creativity and adaptability of the Indonesian language, but on the other hand poses challenges to the preservation of standard usage. This phenomenon also has the potential to weaken formal academic competence, particularly scientific writing skills among younger generations. The study highlights the importance of digital literacy as a strategy to balance linguistic creativity with adherence to language norms.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF BAGI SISWA SMP NEGERI 3 PAGIMANA : Training and Mentoring in Game-Based English Language Learning for Students at SMP Negeri 3 Pagimana Fadila Saluki; Yusniati N. Sabata; Nurintan Purnamasari H. Kadir; Ikhe Uswadi; Sofia Melita
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.33

Abstract

Pendidikan merupakan proses sadar yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui pewarisan nilai, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam konteks pendidikan formal, pembelajaran Bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi komunikasi siswa di era global. Namun, hasil observasi di SMP Negeri 3 Pagimana menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru dan belum memanfaatkan pendekatan berbasis permainan edukatif, sehingga keaktifan dan motivasi belajar siswa cenderung rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi guru dan siswa mengenai penerapan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan edukatif sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi, koordinasi dengan pihak sekolah, serta implementasi pembelajaran interaktif pada siswa kelas VIII. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan permainan edukatif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, partisipatif, dan komunikatif. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris pada aspek listening, speaking, reading, dan writing. Dengan demikian, pembelajaran berbasis permainan edukatif dapat menjadi alternatif strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS SEKOLAH BERBASIS INTERCULTURAL COMMUNICATION DI ANUBAN MUSLIM KRABI SCHOOL THAILAND: School Community Assistance Based on Intercultural Communication at Anuban Muslim Krabi School, Thailand Dg Pageso, Muhammad Mansyur; Sutrisno K. Djawa; Armin Haluti; Hardianti; Yusniati N. Sabata
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.35

Abstract

Artikel pengabdian ini menggambarkan praktik pendampingan komunitas sekolah dalam konteks lintas negara sebagai ruang pembelajaran bahasa sekaligus interaksi budaya, khususnya pada lingkungan sekolah dasar Muslim di Thailand yang memiliki latar bahasa dan kebiasaan sosial berbeda dengan mahasiswa Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan Bahasa Indonesia kepada siswa sekolah dasar di Anuban Muslim Krabi School melalui pendekatan komunikasi antarbudaya (intercultural communication) dengan memanfaatkan media lagu anak-anak Indonesia. Pendekatan intercultural communication diterapkan sebagai strategi untuk menjembatani perbedaan bahasa, nilai, dan kebiasaan antara mahasiswa KKN dan siswa Thailand. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, perkenalan berbasis komunikasi nonverbal dan adaptasi budaya, pembelajaran interaktif, serta kompetisi sederhana untuk meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa Anuban Muslim Krabi School menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran, mampu menirukan kosakata Bahasa Indonesia melalui lagu, serta memahami perintah sederhana yang diberikan. Dengan demikian, pendekatan pendampingan berbasis intercultural communication berpotensi diterapkan kembali sebagai kerangka operasional kegiatan pengabdian internasional pada pendidikan dasar, khususnya di sekolah multikultural, karena mampu mengintegrasikan tujuan pembelajaran bahasa, penguatan karakter toleransi, dan pengembangan kompetensi global peserta didik secara simultan.