Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Budidaya Maggot dan Produksi Produk Turunannya untuk Mengatasi Permasalahan sampah Organik dan Meningkatkan Minat Kewirausahaan Mahasiswa: The Training of Maggot Cultivation and Derivative Product Production to Address Organic Waste Problems and Increase Student Entrepreneurial Interest Wulandari, Linda; Runting, Asi Pebrina Cicilia; Yulintine, Yulintine; Norhayani, Norhayani; Limandra, Yulius Triadi; Sitorus, Riki Johan Sunandra; Carolin, Sherra Alicia
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 4 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i4.11508

Abstract

In Indonesia, waste exceeds landfill capacity, and the volume increases significantly each year. One successful effort to manage organic waste is the cultivation of Black Soldier Fly (BSF). This environmentally friendly entrepreneurial activity addresses organic waste management and increases community income. Maggots, the larvae of BSF, can be utilized and sold as fresh maggots, dried maggots, and derivative products. The involvement of students in the Fisheries Department, Agriculture Faculty, University of Palangka Raya, in entrepreneurial activities remains limited due to several obstacles, including a lack of confidence, a lack of innovative and creative ideas, and the belief that substantial capital is required. However, maggot entrepreneurship doesn't require much capital because maggot food can be made from organic materials or household waste. Providing training in maggot cultivation and the production of derivative products to students is a breakthrough that enhances their knowledge and skills and helps them explore their entrepreneurial potential. The maggots and the derivative products they produce will have a market value and thus become a source of income. The training evaluation results showed an increase in students' knowledge and skills in maggot cultivation and the production of derivative products, as well as interest in maggot entrepreneurship. Maggot cultivation not only provides various benefits but also demonstrates their commitment to addressing organic waste issues. Through training and mentoring, students successfully cultivated maggots and produced maggot products, including fresh, dried, and pupae maggots, as well as maggot fertilizer (Frass), and marketed them.
Evaluasi Penggunaan Maggot Bsf (Hermetia illucens) Sebagai Substitusi Pakan Komersil Benih Ikan Betok (Anabas testudineus) Yulintine, Yulintine; Wulandari, Linda; Runting, Asi Pebrina; Gea, Darlis; Aprinsia, Aprinsia; Carolin, Sherra Alicia; Khairunnisa, Khairunnisa
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.69113

Abstract

Untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan dengan baik, asupan nutrisi dari pakan ikan menjadi sangat penting, tetapi pakan ikan termasuk mahal harganya sehingga diperlukan upaya menemukan pakan alternatif atau pakan tambahan yang murah dan mudah untuk mendapatkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan maggot BSF sebagai pakan tambahan untuk pakan ikan betok (Anabas testudineus). Sampel ikan betok diperoleh dari Instalasi Budidaya Ikan di Lahan Gambut, Desa Garong, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dengan ukuran 3 - 5 cm, dan 1 – 1.5 g. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan.   Perlakuan A, B, C, D, dan E masing-masing adalah full pellet komersil, pellet komersil 75% + maggot BSF 25%, pellet komersil 50% + maggot BSF 50%, pellet komersil 25% + maggot BSF 75%, dan full maggot BSF sebagai pakan. Hasil yang diperoleh bahwa penggunaan maggot BSF memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rasio konversi pakan (FCR) benih ikan betok selama pemeliharaan 35 hari. Perlakuan terbaik adalah perlakuan C yaitu pellet komersil dan maggot BSF masing-masing 50% berat kering dengan rata-rata laju pertumbuhan harian spesifik (SGR) dan kelangsungan hidup (SR), dan FCR masing-masing adalah 3,31%/hari, 92,7% dan 1,78.  Penggunaan maggot BSF yang dianjurkan maksimal 50% karena tidak mengurangi pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan betok.   Penggunaan maggot BSF 100% tidak disarankan karena maggot BSF mengandung kadar lemak tinggi yang menyebabkan kualitas air lebih cepat memburuk.