Adjeng Juniar Nur Sandy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi Adjeng Juniar Nur Sandy; Dwi Retnaningsih; Dyah Restuning Prihati
Link Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2026): September : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v3i2.165

Abstract

Latar belakang: Hipertensi ditandai dengan kenaikan tekanan darah yang melampaui batas normal dan berisiko memicu komplikasi organ yang fatal serta menurunkan derajat kualitas hidup penderitanya. Kondisi kesejahteraan hidup pasien hipertensi kerap kali terganggu oleh gangguan fisik maupun tekanan psikis, khususnya kecemasan. Jika tidak dikelola dengan tepat, kecemasan tersebut akan menghambat aktivitas harian serta interaksi sosial. Tujuan: mengidentifikasi keterkaitan antara tingkat kecemasan dan kualitas hidup pada penderita hipertensi di RS Permata Medika Semarang. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Sebanyak 45 responden dilibatkan dalam penelitian ini, yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Temuan di lapangan mengindikasikan bahwa kelompok lansia awal (44,5%) dan gender perempuan (66,7%) mendominasi karakteristik responden. Sebanyak 21 orang (46,7%) mengalami kecemasan dalam kategori berat, sementara 25 orang (55,6%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Berdasarkan uji korelasi Rank Spearman, ditemukan nilai p-value sebesar 0,023 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di RS Permata Medika Semarang. Semakin berat tingkat kecemasan, maka semakin buruk kualitas hidup pasien, dan sebaliknya. Pasien hipertensi diharpkan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan mampu meminimalisir terjadinya kecemasan ketika mengalami hipertensi.