Aprilia, Moudy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi literasi gender dan psikososial perempuan berbasis masyarakat sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Aprilia, Moudy; Aulyanti, Aulyanti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i2.2424

Abstract

Background: Domestic violence (DV) remains a health and social problem experienced by women in the Bilokka Community Health Center (Puskesmas) work area. Low gender literacy and a lack of understanding of mental health often lead to violence being considered normal and going unreported, impacting women's physical and psychological health. Purpose: To improve gender literacy and understanding of women's mental health as a community-based effort to prevent domestic violence. Method: This community service activity was conducted on January 5, 2026, at the Integrated Health Post (Posyandu) in Wanio Timoreng Village, Panca Lautang District, involving 15 women of productive age and housewives as participants. The activity was implemented using a participatory and community-based approach, emphasizing the active involvement of the community, particularly women, health workers, and health cadres in the Bilokka Community Health Center work area. The material was delivered through interactive lectures and group discussions. The material was adapted to the local social and cultural context to ensure it was easily understood and accepted by participants. Instruction was provided on relaxation and stress management techniques that can be applied in everyday life. Evaluation was conducted through observation with pre-test and post-test measurements to assess the increase in participants' knowledge between before and after being given education related to gender literacy and mental health. Results: Following the educational activity, participants' knowledge of gender literacy increased by 53.3%, categorized as good, mental health increased by 66.7%, and domestic violence prevention increased by 80.0%. There was also an increase in understanding of gender literacy, mental health aspects, and domestic violence prevention. Conclusion: This community service activity successfully increased women's knowledge and understanding of gender literacy and mental health as a means of preventing domestic violence (DV). The increased knowledge of participants across all indicators positively contributed to women's attitudes and behaviors in managing the impact of domestic violence and strengthening their psychosocial resilience. Suggestion: The Bilokka Community Health Center is expected to integrate gender literacy and women's mental health education into routine health service and promotion activities as a sustainable effort to prevent Domestic Violence (DV) at the community level. Follow-up measures in the form of ongoing psychosocial support and mentoring are needed for women at risk of or experiencing DV through cross-sectoral collaboration with relevant institutions. Keywords: Domestic violence; Family; Gender literacy; Psychosocial; Women Pendahuluan: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi permasalahan kesehatan dan sosial yang dialami perempuan di wilayah kerja Puskesmas Bilokka. Rendahnya literasi gender serta minimnya pemahaman tentang kesehatan mental menyebabkan kekerasan sering dianggap wajar dan tidak dilaporkan, sehingga berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis perempuan. Tujuan: Untuk meningkatkan literasi gender dan pemahaman kesehatan mental perempuan sebagai upaya pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga berbasis masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 05 Januari 2026 di Posyandu Kelurahan Wanio Timoreng Kecamatan Panca Lautang dengan melibatkan sebanyak 15 perempuan usia produktif dan ibu rumah tangga sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bilokka. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Penyampaian materi disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat agar mudah dipahami dan diterima oleh peserta yang disertai pemberian petunjuk teknik relaksasi dan manajemen stres yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi dengan pengukuran pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi terkait literasi gender dan kesehatan mental. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai literasi gender setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 53.3% dalam kategori baik, untuk mengenai kesehatan mental menjadi sebesar 66.7% dalam kategori baik dan mengenai pencegahan KDRT menjadi sebesar 80.0%% dalam kategori baik. Terdapat juga peningkatan pemahaman mengenai literasi gender, aspek kesehatan mental, dan pencegahan KDRT. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perempuan mengenai literasi gender dan kesehatan mental sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator memberikan kontribusi positif terhadap sikap dan perilaku perempuan dalam mengendalikan dampak kekerasan dalam rumah tangga serta penguatan ketahanan psikososial perempuan. Saran: Puskesmas Bilokka diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi literasi gender dan kesehatan mental perempuan ke dalam kegiatan rutin pelayanan dan promosi kesehatan sebagai upaya berkelanjutan dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di tingkat komunitas. Diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan dan dukungan psikososial berkelanjutan bagi perempuan yang berisiko atau mengalami KDRT melalui kerja sama lintas sektor dengan lembaga terkait.